Utama | About | Artikel | Download | Isi / Lihat buku tamu | Link

Mengenal MS-DOS 7 (+TIP DAN TRIK)

Copyright © 2000 Yohanes Nugroho (yohanes_n@hotmail.com)

Pengantar

Bagi Anda yang sudah terbiasa dengan DOS tentunya sulit bagi Anda untuk meninggalkan sistem operasi ini begitu saja. Microsoft sendiri menyadari hal itu dan menyertakan MS-DOS versi 7 sebagai bagian dari Windows 95-nya dan DOS 7.1 sebagai bagian dari WIN98 . Bagi Anda yang suka bermain-main di DOS tentunya ingin mengetahui apa saja yang baru dan menarik di MS-DOS 7 ini.

Meskipun Windows 9x(95 dan 98) adalah suatu sistem operasi yang canggih, namun tidak semua orang terbiasa untuk menggunakannya, sebagian orang masih senang untuk menggunakan DOS untuk melakukan beberapa hal kecil (yang memang seringkali lebih cepat dikerjakan dengan perintah langsung). Untuk mengantisipasi hal itu Microsoft telah menyertakan suatu versi dari DOS yang disertakan bersama Windows 9x. Versi DOS ini dikenal sebagai MS-DOS 7 dan MS-DOS 7.1(untuk selanjutnya akan disebut DOS saja, tapi jangan salah dengan PC-DOS 7 keluaran IBM, Atau NOVELL DOS 7), meskipun Anda tidak akan menemukan versinya dengan perintah VER (karena perintah VER di DOS 7 diubah fungsinya untuk menampilkan versi Windows). Versi DOS yang disertakan itu memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan versi DOS sebelumnya, terutama dukungan untuk nama file panjang (LFN, Long File Name) dan dukungan penuh untuk Windows 9x.

DOS 7 memiliki  beberapa kelebihan dipandang dari sisi pemakaian dan sisi pemrograman. Dari sisi pemrograman DOS 7 menyediakan beberapa fungsi untuk berkomunikasi dengan Windows 95 sehingga program Anda menjadi lebih fleksibel. Dipandang dari sisi pemakaian DOS 7 menjanjikan kemudahan dibanding dengan versi DOS sebelumnya, kemudahan ini meliputi adanya perintah baru dan perbaikan dari perintah yang sudah ada.

Namun demikian DOS 7 juga memiliki beberapa kekurangan baik dilihat dari sisi pemrograman maupun dari sisi pemakaian. Dari sisi pemrograman programmer direpotkan dengan adanya nama file panjang yang menyulitkan dalam teknik pemrogramannya, juga pengaksesan disk secara langsung yang lebih rumit dari DOS sebelumnya serta adanya fungsi-fungsi baru Windows 95 yang terkadang "aneh" atau tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sedangkan dari sisi pemakai, pemakai direpotkan dengan nama file yang panjang yang mesti diketikkan, sedangkan nama file pendeknya sulit untuk diingat karena terdiri dari karakter ~ (tilde) dan angka yang mengaburkan nama file aslinya.

Untuk mengupas DOS 7 dari sisi pemrograman secara lengkap memerlukan ruang yang tidak sedikit, karena banyak sekali yang harus dijelaskan. Oleh karena itu pada artikel kali ini saya hanya akan berusaha mengupas DOS 7 dari sisi pemakaian. Karena tampaknya jarang sekali yang ingin mempelajari pemrograman DOS 7 jika dibanding dengan yang ingin mempelajari pemrograman Windows 95.

Nama file yang panjang

Inilah salah satu kelebihan dari DOS 7 yaitu kemampuannya menangani nama file yang panjang. Hampir semua perintah dari DOS 7 mendukung nama file panjang, untuk membedakan antara karakter dalam nama file panjang dengan parameter yang lain, maka nama file panjang di tulis dalam tanda petik . Misalkan Anda memiliki banyak file yang nama depannya berawalan kata surat, anggap saja namanya "surat untuk Ibu", " surat untuk adik ", "surat untuk nenek", dan sebagainya dan Anda ingin menampilkan semua file yang berawalan kata surat untuk secara melebar maka Anda dapat menggunakan perintah berikut :

DIR "surat untuk*.*" /w

(untuk melihat nama file panjangnya perhatikan tulisan dibagian kanan tanggal dan jam)

jika tidak ada parameter lain yang mengikuti nama file panjang tersebut, maka tanda petik penutup boleh tidak dituliskan. Misalnya :

DIR "surat untuk*.*
(perhatikan tanpa petik penutup)
 

Untuk mencari file, membuka file dan beberapa operasi file lainnya penulisan nama file panjang  ini tidak case-sensitive (tidak membedakan huruf besar dan huruf kecil) karena Windows sendiri tidak mengijinkan penggunaan nama file yang  sama, yang hanya berbeda besar kecilnya huruf pada satu direktori. Namun perlu diperhatikan, ketika menyimpan file, nama file  yang Anda ketikkan bersifat case-sensitive.

Wildcard yang lebih leluasa

Sejak Anda belajar DOS dulu tentu Anda sudah kenal dengan dua buah karakter wildcard ? dan * (tanda tanya dan asterisk), tanda tanya untuk mewakili satu huruf apa saja dan asterisk mewakili satu huruf atau lebih. Penggunaan dua karakter wildcard ini memang menyenangkan namun   tentunya Anda mengetahui keterbatasan penggunaan wildcard ini pada DOS versi sebelumnya. Keterbatasan ini Anda temui pada karakter asterisk, yaitu karakter sesudah asterisk akan diabaikan. Jadi  penggunaan perintah dir *a tidak akan menampilkan semua file yang berakhiran dengan huruf a, namun akan menampilkan semua file yang ada.

Sekarang DOS 7 memberikan perbaikan pada penggunaan wildcard ini, penggunaan karakter sesudah karakter asterisk tidak akan diabaikan dan karakter asterisk ini memiliki makna sesuai dengan tempatnya. Lihat beberapa contoh berikut :

DIR *Z
menampilkan semua nama file yang berakhiran huruf Z

DIR *NET*
perintah tersebut akan menampilkan semua nama file yang di dalamnya terdapat untaian karakter  "NET".

DIR A*IS*
menampilkan semua nama file yang berawalan huruf A dan mengandung untaian karakter "IS" di dalamnya.

Memulai Program Windows dari DOS prompt

Jika Anda sedang berada di DOS dalam Windows (DOS box) Anda dapat menjalankan bukan hanya program-program DOS tapi juga program-program Windows. Cukup ketikkan namanya serta parameter seperlunya dan tekan enter maka program itu akan dijalankan. Misalnya untuk menjalankan Notepad dari DOS Anda dapat mengetikkan NOTEPAD dan menekan enter tanpa perlu switch ke Windows. Ini berlaku juga dalam batch file yang Anda buat.

Program START yang menarik

Jika misalnya kebetulan Anda melihat sebuah file berekstensi JPG di suatu direktori ketika Anda sedang menjalankan DOS dan Anda  ingin membuka file itu maka biasanya Anda akan  menjalankan program untuk membuka file itu dan membukanya, atau Anda pergi ke direktori di mana file itu berada dengan Explorer dan men-double kliknya untuk membukanya. Kedua cara itu sebenarnya sah saja Anda gunakan namun ada cara yang lebih cepat yaitu dengan perintah START (Anda harus punya file start.exe yang biasanya ada di direktori \Windows\Command). Adapun format perintahnya :

START [opsi] namaprogram [parameter]

atau

START [opsi] dokumen.ext

di mana opsi dapat berupa :
/m[inimized] Menjalankan program dan langsung di minimize (di latar belakang).
/Max[imized] Menjalankan program dan langsung di maximize.
/r[estored]  Menjalankan program dalam keadaan ter-restore (default).
/w[ait]      tunggu sampai program yang di eksekusi selesai.

Format perintah yang pertama berguna kalau Anda ingin menjalankan file exe, tapi ini sebenarnya tidak perlu karena Anda dapat mengetikkan nama filenya langsung di prompt kecuali Anda ingin menjalankan program tersebut tidak dalam keadaan defaultnya (misalkan Anda ingin menjalankan dalam keadaan minimised).

Sedangkan format perintah yang kedua inilah yang menarik karena dengan ini Anda dapat membuka suatu dokumen atau folder tanpa harus ke Windows dulu. Misalkan di DOS Anda melihat ada file LADY_DI.TXT dan Anda ingin membukanya cukup ketikkan :

START LADY_DI.TXT

Maka jika  file itu terdaftar dalam salah satu tipe file yang sudah diasosiasikan maka program yang bersangkutan akan dijalankan dan file tersebut akan dibuka (biasanya file TXT diasosiasikan dengan Notepad). Atau jika Anda ingin pergi ke Explorer (atau apapun shell yang Anda gunakan) dan langsung membuka direktori/folder tempat Anda berada saat itu, Anda dapat mengetikkan START . (start diikuti tanda titik) dan folder itu akan segera terpampang di hadapan Anda.

Pindah direktori/folder dengan cepat

Pada DOS versi sebelumnya untuk mewakili suatu direktori DOS hanya mengenal  tanda titik (.) sebagai direktori saat ini (current directory) dan tanda dua titik (..) sebagai direktori di atasnya (parent directory). Kini di DOS 7 diperkenalkan tanda tiga titik (...) sebagai direktori dua tingkat di atas direktori saat ini (parent directory once removed directory) dan tanda empat titik (....) sebagai  direktori tiga tingkat di atas direktori saat ini (parent directory twice removed directory). Itulah  yang tercantum dalam dokumentasi DOS 7 namun kenyataannya seperti yang saya coba, tanda titik bisa lebih dari empat tapi dapat sebanyak yang kita mau (entah berapa batasnya) jadi untuk mewakili suatu  direktori tujuh tingkat di atas direktori saat ini Anda dapat menggunakan tanda enam titik(...... ).

Dengan tanda-tanda ini (di sebut juga shortcut) kita dapat berpindah direktori dengan cepat misalkan saat ini Anda sedang berada di direktori c:\program files\myapplication\database\data\friend dan Anda ingin berpindah ke direktori c:\program files Anda cukup mengetikkan cd ..... (cd dengan lima titik). Selain untuk berpindah direktori tanda titik tersebut dapat pula digunakan sebagai tujuan dari perintah copy atau nama direktori untuk berbagai perintah yang ada, misalnya untuk  menunjukkan nama-nama file yang ada di direktori dua tingkat di atas direktori saat ini Anda dapat mengetikkan perintah dir ... (dir dengan tiga titik).

Manfaatkan  program SUBST

Dengan adanya banyak direktori dengan nama yang panjang kadang-kadang sulit bagi kita untuk menghapal dimana letak suatu file, atau kalau sedang ingat kita sering kesal, kok direktorinya itu dalam sekali atau jauh sekali dari direktori saat ini. Nah di sinilah perintah SUBST itu berguna bagi Anda. Anda dapat mengasosiasikan nama direktori dengan nama suatu drive dengan perintah SUBST. Sebenarnya sih perintah ini sudah ada sejak DOS versi-versi sebelumnya, tapi rasanya program ini jadi jauh lebih berguna di DOS 7/Windows 9x.

Perintah LOCK dan UNLOCK

Kalau Anda pernah menggunakan program-program yang mengakses disk secara langsung  di Windows 95 atau di DOS dalam Windows, Anda tentu tahu bahwa program ini akan "dihadang" oleh Windows ketika akan menulis ke disk secara langsung. Windows melakukan pencegahan ini bertujuan untuk menghalangi segala usaha yang dapat mengacaukan FAT (file allocation table) dengan nama file panjang. Segala operasi akses disk baik harddisk maupun floppy disk akan dicegah. Sebenarnya ini adalah pencegahan yang baik, namun kadang-kadang kita masih memerlukan pengaksesan disk secara langsung ini untuk memperbaiki disket yang rusak atau mengedit bagian suatu disk.

Agar Windows mengijinkan hal ini dilakukan Anda dapat mempergunakan perintah LOCK, yang akan mengunci suatu drive, mengijinkan suatu aplikasi melakukan akses disk secara langsung. Format perintahnya adalah LOCK [namadrive:] apabila nama drive tidak disebutkan semua drive yang ada saat ini  akan dikunci. Anda perlu berhati-hati menggunakan perintah LOCK ini pada harddisk, karena memang mungkin bagi suatu aplikasi, terutama yang belum mengenal Windows 95, untuk merusakkan sistem FAT dengan nama file panjang.

Untuk membuka kembali kuncinya, untuk mencegah kembali akses disk secara langsung, gunakan perintah UNLOCK yang memiliki format sama dengan perintah LOCK. Drive yang sudah di-LOCK tidak bisa di-LOCK dua kali, dan kadang perintah ini tidak berhasil pada keadaan tertentu (misalnya dan ingin mengunci drive ter-SUBST atau drive terkompresi).

Perintah FOR dan dukungannya terhadap LFN

Tidak seperti perintah lainnya perintah FOR tidak langsung mendukung penggunaan LFN. Hal ini juga dikarenakan faktor kompatibilitas dengan program-program DOS versi sebelumnya. Perhatikan contoh ini :

FOR %F IN (*.TXT) DO EDIT %F

perintah ini akan menyebabkan semua file yang berekstensi TXT di direktori saat ini di buka dengan program EDIT. Dalam keadaan default nama file yang dilewatkan ke program EDIT adalah nama file pendek dari file yang ditemukan. Untuk mengaktifkan dukungan terhadap nama file panjang gunakanlah perintah LFNFOR yang formatnya sebagai berikut :

LFNFOR [ON | OFF]

Perintah LFNFOR tanpa parameter akan menunjukkan apakah dukungan terhadap LFN pada perintah FOR diaktifkan. Sedangkan perintah LFNFOR dengan parameter ON atau OFF akan mengaktifkan atau mematikan dukungan perintah FOR terhadap LFN.

Namun meskipun dukungan terhadap LFN sudah diaktifkan (dengan perintah LFNFOR ON) masih ada sedikit hal yang mengganggu yakni perintah ini tidak memberikan tanda petik di awal dan di akhir nama file panjang. Jadi misalkan Anda mengetikkan perintah yang sama seperti di atas (FOR %F IN (*.TXT) DO EDIT %F) maka Anda akan kecewa, karena jika file yang ditemukan memiliki nama yang lebih dari satu kata maka nama file itu akan dilewatkan begitu saja sebagai parameter tanpa diberi tanda petik. Misalnya ditemukan file dengan nama DATA DIRI PENULIS.TXT maka program EDIT akan dipanggil sebagai berikut :

EDIT DATA DIRI PENULIS.TXT

Padahal jika Anda mengetikkan perintah seperti itu bukan file DATA DIRI PENULIS.TXT yang dipanggil, melainkan akan dibuka(atau di buat jika belum ada) tiga buah file yaitu DATA, DIRI dan PENULIS.TXT. untuk mengatasi masalah ini Anda perlu menambahkan tanda petik di depan dan di belakang (jika perlu) %F sehingga perintahnya menjadi :
FOR %F IN (*.TXT) DO EDIT "%F

Pindah direktori dengan nama file panjang

Windows 95 akan membuat padanan bagi nama file panjang untuk DOS berupa nama file pendek . Anda tentu tahu kalau nama yang diberikan ini kurang "manusiawi", nama filenya terkadang menjadi aneh, ditambah lagi adanya karakter ~ (tilde) dan angka,  padahal manusia itu sulit jika harus menghapal huruf dan angka. Jika Anda sering berpindah-pindah di antara direktori-direktori yang masing-masing memiliki nama yang aneh dengan perintah CD atau CHDIR tentunya Anda akan bosan. Untuk lebih memudahkan dalam berpindah direktori Anda dapat mengetikkan nama direktori panjangnya (dalam bentuk nama yang mudah diingat) tapi sebelumnya diberi tanda petik dulu di awal nama direktori yang dituju. Misalnya Anda sedang berada di direktori c:\ dan ingin berpindah ke direktori  c:\data teman\SMUN 39\kelas 3Ipa6  Anda dapat mengetikkan :

cd "data teman\SMUN 39\kelas 3Ipa6"

atau cukup

cd "data teman\SMUN 39\kelas 3Ipa6

(perhatikan tanpa tanda petik di belakangnya)
daripada Anda harus mengetikkan :

cd DATATE~1\SMUN39~1\kelas3~1

yang tentunya lebih sulit diingat meskipun namanya lebih singkat.

Namun jika Anda harus selalu mengetikkan tanda petik di awal nama direktori hal itu tentunya dapat membuat Anda bosan, untuk mengatasi hal itu buatlah sebuah batch file yang isinya kira-kira sebagai berikut :

cd "%1 %2 %3 %4 %5 %6 %7 %8 %9

namailah file itu dengan nama yang singkat misalnya PD.BAT, setelah file itu Anda buat untuk berpindah direktori dengan nama file panjangnya Anda cukup mengetikkan :
PD data teman\SMUN 39\kelas 3Ipa6

(perhatikan tanpa tanda petik sama sekali)

Dukungan Perintah DIR Terhadap Penanggalan 4 Digit

Mulai MS-DOS versi 7.1 (Win 98), Microsoft yangmengklaim telah bahwa WIN 98 telah siap menghadapi tahun 2000, telah menambahkan dukungan penganggalan 4 digit pada perintah DIR. Jika Anda mengtikkan perintah

DIR/4

maka akan muncul listing direktori dengan tahun berupa 4 digit (misalnya tahun 1999, bukannya tahun 99). Mungkin perintah ini menjadi penting setelah lewat tahun 2000 nanti.

Penutup

Masih banyak rahasia dan informasi mengenai DOS 7 dan Windows 9x yang belum diketahui oleh umum baik dari sisi pemakaian dan pemrogramannya, padahal rahasia dan informasi tersebut tentunya akan lebih berguna jika dibagikan untuk bersama agar  kita dapat mengembangkan aplikasi yang canggih dan dapat mengejar ketinggalan kita di bidang software yang saat ini sudah menjajaki platform Windows 95.

Informasi yang saya berikan di sini hanyalah sedikit sekali dan mungkin masih mengandung kesalahan, baik itu karena faktor kekurangtahuan saya atau kelalaian saya ketika menulis artikel ini. Segala saran dan kritik akan saya terima dengan baik agar saya dapat menulis artikel yang lebih baik di masa yang akan datang. Untuk sementara ini saya mengharapkan kepada mereka yang telah mengetahui lebih banyak mengenai Windows 9x (terutama dari sisi pemrogramannya) agar mau membagi pengetahuannya untuk kemajuan bersama.

Kepustakaan

  1. File TIPS.TXT yang disediakan dalam paket Windows 95
  2. File-file help yang disediakan Borland Delphi
21 September 1999

Artikel ini berasal dari http://langitbiru.hypermart.net