Salafy corner

www.salafy.co.nr
RisalahMajlis 
Navigasi: Risalah Aqidah


Kekufuran: Definisi dan Jenisnya
Syaikh Sholih ibnu Fauzan al Fauzan

A. Definisi

Al-Kufr secara bahasa artinya penutup dan penghalang, sedangkan dalam syari'at berarti lawan dari iman, sebab sesungguhnya kekufuran adalah tidak adanya iman terhadap Allah dan rosul-rosulNya. Sama saja apakah disertai pendustaan atau tidak disertai pendustaan namun didapati keraguan, kebimbangan, berpaling, dengki, sombong, atau mengikuti sebagian hawa nafsu yang menghalangi seeorang untuk mengikuti risalah. Meski demikian, orang yang mendustakan adalah yang paling besar kekufurannya, begitu pula keadaannya orang yang menentang disertai pendustaan dan kedengkian walaupun dia masih meyakini kebenaran rosul-rosul[1].

B. Macam-macamnya

Jenis pertama: Kufur akbar keluar dari agama, terdiri dari lima bagian:

1. Kufru at takdziib (mendustakan).

Dalilnya firman Allah ta'ala:

﴿

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir? [QS Al 'Ankabuut : 68]

2. Kufru al ibaa` wal istikbaar ma'at tashdiiq (enggan dan sombong meski masih membenarkan).

Dalilnya firman Allah ta'ala:

﴿

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. [QS Al Baqoroh : 34]

3. Kufru asy syakk, yaitu kufur keraguan.

Dalilnya firman Allah ta'ala:

﴿ (۳٥) (۳٦) (۳٧) ﴾

Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata: "Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku di kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu". Kawannya (yang mu'min) berkata kepadanya sedang dia bercakap-cakap dengannya: "Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna? Tetapi aku (percaya bahwa): Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku. [QS Al Kahfi: 35-38]

4. Kufru al i'raadh (berpaling).

Dalilnya firman Allah ta'ala:

﴿ ﴾

Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka. [QS Al Ahqoof : 3]

5. Kufru an nifaaq (kemunafikan).

Dalilnya firman Allah ta'ala:

﴿

Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti. [QS Al Munaafiquun : 3]

Jenis kedua: Kufur ashghor tidak keluar dari agama, disebut juga kufur 'amali.

Yaitu dosa-dosa yang disebutkan dengan istilah kufr di dalam Kitab dan Sunnah namun tidak sampai batas kufur akbar. Seperti kufur nikmat yang tersebut dalam firmanNya ta'ala:

﴿

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari ni`mat-ni`mat Allah.[QS An Nahl: 112]

Juga seperti membunuh seorang muslim yang tersebut dalam sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

Mencela seorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran.[2] Dan di dalam sabdanya shallallahu 'alaihi wa sallam:

Jangan kalian kembali kepada kekufuran sepeninggalku, saling membunuh sebagian terhadap sebagian yang lain.[3]

Contoh lain adalah bersumpah dengan selain Allah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah, sungguh ia telah kafir atau musyrik.[4]

Maka sungguh Allah telah menjadikan pelaku dosa besar masih disebut mu`min, Allah ta'ala berfirman:

﴿ ﴾

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. [QS Al Baqoroh: 178], dan Allah tidak mengeluarkan orang yang membunuh muslim dari golongan orang-orang yang beriman bahkan Dia menjadikan pembunuh itu sebagai saudara bagi orang yang berhak melakukan qoshosh, Allah berfirman:

﴿

Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema`afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema`afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma`af) membayar (diat) kepada yang memberi ma`af dengan cara yang baik (pula). [QS Al Baqoroh: 178], tidak diragukan lagi bahwa yang dimaksud adalah persaudaraan agama.

Dan Allah ta'ala berfirman:

﴿ ﴾

Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu'min berperang maka damaikanlah antara keduanya. [QS Al Hujuroot: 9], diringkas dari Syarh ath Thohaawiyyah[5].

Ringkasan perbedaan antara kufur akbar dengan kufur ashghor adalah:

1. Kufur akbar mengeluarkan pelakunya dari agama dan menghapus amal-amal, sedang kufur ashghor tidak mengeluarkan pelakunya dari agama dan tidak menghapus (pahala) amal-amal tetapi menguranginya sesuai kadar kekufurannya dan pelakunya mendapat ancaman.

2. Kufur akbar menyebabkan pelakunya kekal di dalam neraka, sedang kufur ashghor jika pelakunya masuk neraka dia tidak kekal di dalamnya. Dan terkadang Allah memberi taubat kepada pelakunya sehingga dia tidak masuk neraka sama sekali.

3. Kufur akbar menghalalkan darah dan hartanya, sedang kufur ashghor tidak.

4. Kufur akbar mengharuskan permusuhan total antara pelakunya dengan orang-orang mu`min. Tidak boleh bagi kaum mu`minin untuk mencintainya, menjadikannya teman walaupun dia adalah kerabat yang paling dekat. Adapun kufur ashghor tidak secara mutlak melarang untuk mencintai pelakunya, namun pelakunya dicintai dan dijadikan teman seukuran kadar imannya juga dibenci dan dimusuhi sesuai kadar kemaksiatannya.

Sumber: Kitabut Tauhid penerbit Daaru Ibn Rojab halaman 15-18.



[1] Majmu'ul Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah 12/335.

[2] HR Al Bukhori dan Muslim.

[3] HR Al Bukhori dan Muslim.

[4] HR At Tirmidzi dan Al Hakim menshohihkannya.

[5] Halaman 361 cetakan Al Maktab Al Islami.



Risalah terkait:
Syirik: Definisi dan Jenisnya [02 Januari 2004]

Navigasi: Risalah Aqidah
Majlis Ta'lim Salafy
Bandung [02/02/2005]
Malang [31/01/2005]
Banjarmasin & Banjarbaru [18/01/2005]
Jogjakarta [16/12/2004]
Cilacap [29/11/2004]
Surabaya [15/10/2004]
Pemalang [15/10/2004]
Jakarta [03/10/2004]
Semarang [12/09/2004]
Bontang [20/08/2004]
Cirebon [03/07/2004]
Ciamis (Banjarsari)
Sukoharjo
 
Links
Salafy Indonesia
Majalah Asy Syariah
Maktabah As Sunnah
Ibnu 'Utsaimin
FDAWJ Bandung
Maktabah Sahab
Sholih Al Fauzan
Robi' ibnu Hadi
 
Pengumuman
Sebagian risalah diambil dari Majalah Salafy edisi lama [sebelum tahun 2003]. Adapun sekarang ini, maka webadmin menyarankan untuk menjauhi majalah tersebut, mengingat pemilik usaha majalah ini mempunyai kesalahan manhaj yang berbahaya.
[Baca artikel terkait]
 
Jumlah Pengunjung
Bulan Maret 2005
75 pengunjung
Total
10628 pengunjung
 
Free Domain Name - www.YOU.co.nr

Salafy corner
e-mail: ibnuisa at plasa dot com