Beranda Sekilas Bogor Urang Bogor Berita Hari Ini Hiburan Iptek Olah Raga Wisata Informasi
 
Forum Diskusi
Opini Anda
Direktori Bogor
Arsip Berita
Berita by Email
Rubrik Berita
Lowongan Pekerjaan (New)
Pencari Kerja (New)
Tentang BogorOnline
Barudak BogorOnline
Hubungi BogorOnline
Jajak Pendapat
Fasilitas Apa yang Sering anda Akses di Bogoronline.com ?
Berita
Opini
Direktori
Forum
Kartu Pos

Lihat Hasil
Forum Diskusi
Apa pendapat anda tentang tindakan pemerintah dalam menangani wabah Flu burung di tanah air ?..

Posting Pendapat

Sorot Publik
Kirimkan artikel atau tulisan anda ke redaksi BO

redaksi BO

P A N C A S I L A

Setiap kelahiran seharusnya menjadi momentum kebangkitan tetapi tidak demikian dengan PANCASILA yang sudah nyaris hilang ditelan faham Demokrasi, Hak azasi manusia dan faham-faham lain yang lebih kongkrit membumi di NKRI ini....

By :
Samsul Hidayat. SH
FKPPI DKI Jakarta

Untitled
Situ Gede, Salah Satu Potensi Wisata Alam Kota Bogor

BOGOR – Situ Gede yang terletak di Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, adalah salah satu setu (danau) yang kini masih bisa dijumpai. Lokasi Situ Gede yang hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Bogor tersebut, sebenarnya sangat gampang  dijangkau masyarakat dari luar kota.

Bagi warga Jakarta dan Cibinong terus ke barat melalui Jalan Sholeh Iskandar-Yasmin-Terminal Bubulak maka sampailah ke lokasi Situ Gede. Bagi mereka yang datang dari arah Kota Bogor bisa langsung melalui jalan Gunung Batu-Terminal Bubulak-Situ Gede. Akses jalan menuju lokasi pun kini cukup bagus tidak seperti beberapa tahun ke belakang yang masih berupa jalan tanah. Tetapi kini jalan ke lokasi sudah berlapis aspal yang lebar dan mulus.

Kepala Bidang Kepariwisataan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bogor, Dra. Reni menjelaskan, Situ Gede merupakan salah satu danau yang sebetulnya jika dikembangkan banyak menyimpan potensi ke pariwisata. “Tahun ini Pemkot Bogor melalui Disbudpar dan Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) telah mengajukan perencanaan pengelolaan dan pengembangan “Situ Gede” sebagai salah satu kawasan pengembangan wisata kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat,” ungkapnya.

Rencana pengembangan tersebut rupanya langsung mendapat respon positif dari Pemprov Jabar yang merestui pengembangan pembangunan wisata setu di Bogor. “Provinsi sendiri telah siap mendukung dan mempromosikan Situ Gede menjadi salah satu objek wisata andalan di Kota Bogor,” tandasnya.

Kami berharap, ada awal tahun 2007 mendatang kawasan setu Gede ini akan benar-benar menjadi salah satu lokasi wisata yang menarik bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga bisa menambah PAD Kota Bogor. “Kenapa tidak jika itu semua terwujud. Dan itu bukan sesuatu yang tidak mungkin, kita punya potensi kok,” tegasnya optimis.

Sampai saat ini, kawasan Situ Gede belum tersentuh dan dikelola dengan baik, kawasan indah itu hanya dikunjungi oleh wisatawan local dan warga sekitar. Biasanya mereka berkunjung pada hari Sabtu dan Minggu maupun hari libur.

Minimnya fasilitas penunjang sebagai kawasan wisata, membuat masyarakat engan datang ke lokasi. Bagi mereka yang datang, biasanya hanya sekedar duduk-duduk sambil mancing ikan ditepian setu seluas 6 hektar tersebut. “Saya datang kesini untuk sekedar melepas kejenuhan setelah hampir sepekan lamanya bekerja di kota. Di sini udaranya masih segar, kita bisa mancing ikan, menikmati panorama alam setu secara gratis,” ujar Rony, salah satu pengunjung setu Gede.

Rony mengakui, sebetulnya setu ini jika digarap dengan serius untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata situ (danau) memang pantas dijadikan salah  satu kawasan objek wisata andalan yang ada di Kota Bogor. “Panorama hutan Cifor dengan tanaman perkebunan karet nan hijau ditunjang suasana di lokasi yang masih tenang dan asri merupakan potensi yang sangat menjual bagi promosi wisata setu ini,” ungkapnya.

Di tengah danau terdapat sebuah gundukan menyerupai pulau kecil yang banyak di huni oleh berbagai burung-burung air. Tidak jauh dari lokasi Situ Gede, terdapat pula dua buah anak danau yang merupakan bagian (include) dari Situ Gede, yaitu Situ Leutik dan Situ Panjang. Warga sekitar menyakini ketiga situ tersebut bila diamati secara seksama seperti berbentuk kujang (senjata khas masyarakat Jawa Barat, red).

Untuk sementara ini Situ Gede selain telah dijadikan tempat lokasi pilihan bagi warga sekitar untuk sekedar melepas kepenatan dan hiburan murah meriah bagi keluarga, danau tersebut juga berfungsi sebagai irigasi pertanian dan perkebunan masyarakat sekitarnya. (diek),-

 

« Kembali  Beritahu Teman  Print Artikel
Awards Web Terbaik kategori Portal versi www.webterbaik.com
BERITA HARI INI
 Virus HIV/AIDS Rentan Menyerang Perempuan di Kampung
 Ribuan Pohon Rawan Tumbang
 Keluarga Sendi Utama Kehidupan Nasional
 Perundingan Gagal, Karyawan Sierad Kembali Demo
 Disatroni Perampok, Ratusan Juta Amblas
 Dilarang Liput Kegiatan Ny. Kalla, Wartawan Protes Humas
 Sutiyoso Kampanyekan Kawasan Megapolitan di Bogor
 Pemkab Bogor Tak Malu Dengan Bedah Kampung
 Tukang Ojek Tewas Dibunuh
 Dilindias Truk, Dua Remaja Tewas
H.Zainal Syafruddin, SIP, M.Si

Melakukan Banyak Hal Untuk Kepentingan Masyarakat

Camat merupakan salah satu jabatan karir yang didambakan oleh Zainal Syafruddin. Alasannya, dengan menduduki posisi camat, pria kelahiran Bogor tanggal 11 Agustus 1958 ini, merasa dapat melakukan banyak hal untuk kepentingan masyarakat, khususnya di wilayah yang dipimpinnya. Makanya tak heran, Zainal sangat enjoy (menikmati) tugasnya sebagai Camat Citeureup yang sudah diembannya selama tiga tahun. Padahal saat ini Zainal tidak hanya menjadi camat, tapi juga aktif di berbagai organisasi, diantaranya sebagai Ketua Brigade Anti Narkotika dan Wakil Ketua II KONI Kabupaten Bogor. Dalam kesempatan berbincang-bincang dengan BogorOnline baru-baru ini, Zainal menuturkan ihwal karir yang selama ini dijalaninya berawal pada tahun 1980. Dimulai dengan menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Desa Pamoyanan, kemudian menjabat Ketua AMS (Angkatan Muda Siliwangi)

Bencana Dunia & Bencana Akhirat

GELOMBANG bencana seolah tak pernah berhenti melanda bumi pertiwi. Gempa, banjir, tanah longsor merupakan bentuk-bentuk penampakan bencana tersebut. Di samping adanya solidaritas terhadap para korban, orang pun memberikan penafsiran bermacam-macam bencana ini. Ada yang menganggap ini peringatan dari Sang Pencipta. Ada pula yang beranggapan bahwa itu semua merupakan azab-Nya. Juga, ada yang menghubungkan gempa dengan perilaku elite politik dunia yang membuat gonjang-ganjing.

Selain itu, terdapat orang yang menyindir kelakuan birokrat dan politikus curang, alam pun marah kepada mereka. Yang jelas sebagian besar orang merasa ngeri terhadap kejadian itu dan takut menderita atau mati karenanya. Bagaimana sesungguhnya pandangan Islam tentang gempa bumi dan bencana alam lainnya? Adakah ia termasuk azab Allah SWT? Ataukah ia sekadar musibah yang menjadi ujian bagi umat manusia? Atau sekadar gejala alam biasa?

DAFTAR RESENSI FILM
 EIGHT BELOW
 'CARS', Jawara Tak Selalu Berakhir di Garis Finish
 THE BREAK-UP, Antara Mempertahankan Ego dan Cinta
 X-MEN: THE LAST STAND, Tragedi Menghantui Kaum Mutan
 THE DA VINCI CODE
 'EKSKUL:Sebuah Ekstrakurikuler', Antara Cinta dan Kekerasan Terhadap Anak
 POSEIDON, Kisah 'Survival' Penumpang Kapal Terbalik
 'HEART' Arti Sebuah Kata Cinta
 Mission Impossible III
 
Beranda |  Sekilas Bogor |  Urang Bogor |  Berita Hari Ini |  Hiburan |  Iptek |  Olah Raga |  Wisata |  Informasi 
Forum Diskusi |  Opini Anda |  Direktori Bogor |  Arsip Berita |  Berita by Email | 
Tentang Kami |  Barudak Bogoronline |  Hubungi Kami 
© 2005 bogoronline.com All Rights Reserved
Powered by PT. Cipta Karya Abadi