detikcom Upper Top Line

detikNews
07/01/2007 23:03 WIB
Badai Serang Jepang

detikNews
07/01/2007 22:51 WIB
Pastor Usia 107 Tahun Nikahi Gadis 30 Tahun

detikNews
07/01/2007 22:34 WIB
Rapelan Tunjangan DPRD Diprotes

detikNews
07/01/2007 21:20 WIB
Penarikan KM Trista I Distop, 2 Mayat Belum Teridentifikasi

detikNews
07/01/2007 20:30 WIB
Hadapi Bursah, Zaenal Bentuk Tim Pembela


Bisa Jadi Pesawat AdamAir Meledak di Udara
Fitraya Ramadhanny - detikcom

Jakarta - Keberadaan pesawat AdamAir masih misterius. Setelah dua hari, bangkai pesawat belum ditemukan.

Misteri ini masih ditambah dengan sinyal emergency locator transmitter (ELT) atau Elba dari pesawat di dua titik berbeda. Jika satu pesawat mengeluarkan dua sinyal benturan sekaligus, ada kemungkinan AdamAir meledak di udara.

"Meledak itu analisa yang sangat berani. Harus dianalisa lagi oleh pakar penerbangan," ujar pengamat IT serba bisa Roy Suryo saat dihubungi detikcom, Rabu (3/1/2007).

Menurut dia, masukan ini bukan untuk membuat panik, namun tim SAR harus mencari dengan segala kemungkinan yang ada. Roy menjelaskan ada dua ELT di setiap pesawat.

Portable ELT terletak di kokpit menggunakan frekuensi 121,5 Mhz. ELT ini hanya berfungsi jika pesawat jatuh di air. Fixed ELT terletak di ekor pesawat dengan frekuensi 460 Mhz. ELT ini hanya hidup jika terjadi benturan 5G (gravitasi) atau sangat keras seperti di darat.

Pesawat yang jatuh di darat akan menghidupkan Fixed ELT. Sedangkan pesawat yang jatuh di laut akan menghidupkan Portable ELT.

"Kalau sampai dua titik termonitor pasti ada sesuatu, karena ini aneh logikanya, jatuh di darat tapi jatuh juga di laut," tutur Roy.

Frekuensi yang berbeda menyebabkan Singapura dan Lanud menangkap ELT yang berbeda. Hasilnya ada dua titik yang muncul yaitu di perairan Majene dan daratan di Rantepao, Tanatoraja.

"Kalau tidak masuk ke laut, mungkin terjadi sesuatu di udara yang menyebabkan ada ELT yang terlempar ke daratan," lanjutnya.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar tim SAR juga memperhatikan puing-puing kecil selain mencari badan pesawat. Namun mereka harus bergerak cepat. Berdasarkan perhitungan, baterai ELT sudah habis pada Rabu (3/1/2007) pukul 15.07 Wita, karena sudah menyala 48 jam sejak terakhir pesawat melakukan check point dengan Makassar.

"Kalau sampai sore ini tidak ditemukan, terpaksa tinggal menggunakan pengamatan visual," pungkasnya. (fay/asy)

Baca juga:


Informasi pemasangan webtorial/iklan
Hubungi bagian Iklan di infoiklan@staff.detik.com
Telepon 021-7941177 ext.526

SMS Iklan

Dijual rumah di tengah kota CIREBON lt 110m2/lb 72m2 harga 200jt nego tempat strategis hub. 021-71001799 (nego) - LEEMANS (62818799962)


Click Here