BERITA UTAMA

Minggu, 25 September 2005

440_garis_atas.gif (100 bytes)
Usai Dikritik, Wapres Kalla Temui Try

JAKARTA, (PR).-
Wakil Presiden Jusuf Kalla menemui mantan Wapres Try Sutrisno di kediamannya Jln. Purwakarta No. 6, Jakarta, Sabtu (24/9) petang. Kalla menyambangi kediaman seniornya, untuk menjelaskan alasan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan berlaku 1 Oktober mendatang.

Sebagaimana diberitakan (”PR”, 23/9), beberapa tokoh politik nasional seperti Try Sutrisno, mantan Presiden Abdurrahman Wahid, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung dan mantan Menko Polkam Wiranto yang tergabung dalam Gerakan Nusantara Bangkit Bersatu (GNBB) menolak kenaikan harga BBM awal Oktober. Selain itu, GNBB juga menolak perjanjian Helsinki antara pemerintah RI dengan GAM. Penolakan mereka inilah yang diduga membuat Kalla menyambangi Try Sutrisno.

Usai pertemuan, Try Sutrisno mengaku bisa memahami penjelasan mengenai rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan nota kesepahaman (MoU) damai antara pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki.

”Saya bisa memahami dan mengerti latar belakangnya. Sekarang mari kita sukseskan saja, jangan terlalu dipolemikkan,” kata mantan Wapres Try Sutrisno, setelah pertemuan dengan juniornya.

Try Sutrisno juga menjelaskan, pertemuannya dengan Wapres Jusuf Kalla kali ini adalah untuk saling memberikan masukan atas masalah-masalah yang sedang berkembang dewasa ini.

Menurut Try Sutrisno, dirinya menyambut positif apa yang dilakukan Wapres Jusuf Kalla, dengan berkunjung dan memberikan penjelaskan mengenai latar belakang dan hal-hal lain atas beberapa langkah yang telah diambil dan akan diambil pemerintah.

Try mengatakan, dalam perjuangan bangsa yang demikian dinamis dan tantangan yang berat saat ini, yang terpenting adalah rasa persatuan. ”Satu-satunya upaya bangsa Indonesia untuk segera bangkit kembali sebagai bangsa yang besar kuncinya hanya satu. Kita harus saling merapatkan barisan, makin bersatu antara semuanya, baik itu pemerintah, DPR, lembaga lain dan dukungan seluruh rakyat,” kata Try Sutrisno.

Silaturahmi

Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla mengatakan, pertemuan silaturahmi ini dilakukan untuk saling bertukar informasi dan digunakannya untuk menjelasan beberapa latar belakang dalam berbagai masalah yang sedang dihadapi bangsa ini.

Menurut wapres, dalam pertemuan tersebut dibicarakan mengenai masalah MoU Aceh, BBM serta hal-hal lainnya. ”Saya sebagai wapres berkewajiban memberikan informasi kepada Pak Try sebagai pendahulu saya, terhadap hal-hal yang dibutuhkan masyarakat,” kata Jusuf Kalla.

Menurut Kalla, ia memberikan penjelasan terhadap hal-hal pokok dan diskusi panjang mengenai masalah UUD 1945, masalah Aceh serta menjelaskan latar belakang terjadinya MoU Aceh maupun soal BBM.

Dalam kesempatan itu, Kalla mengaku, pihaknya juga mendapatkan masukan dan bahan-bahan dari mantan Wapres Try Sutrisno. ”Tentu, di sini kami tidak berbicara kesepakatan, tapi berbagi informasi saja. Tapi yang paling penting pemahaman saya terhadap apa yang disampaikannya, dan Pak Try juga memahami apa yang saya sampaikan,” kata Kalla.

Menurut wapres, pertemuan silaturahmi semacam ini akan terus dilakukan rutin bersilaturahmi, sebagai suatu cara berkomunikasi yang baik. Sementara itu, ketika ditanyakan apakah Wapres Jusuf Kalla juga akan mendatangi dan bertemu dengan para tokoh nasional lainnya, wapres mengaku, pada prinsipnya ia siap bertemu dengan siapa pun.

”Tentu dapat saja (dilakukan), selama itu ada waktu yang baik. Tapi karena Pak Try itu senior saya sebagai wapres, yang paling pantas tentu (silaturahmi) ke beliau,” kata Kalla.

Namun, pertemuan antara Try Sutrisno dan Kalla ini ditanggapi dingin Abdurrahman Wahid. Sebelum pertemuan, Gus Dur mengatakan, dirinya tidak akan datang dalam pertemuan itu bila ia diundang sekalipun.

”Kalau diundang, tergantung apa yang akan dibicarakan. Saya tetap menolak rencana kenaikan harga BBM. Kita kan sudah ambil keputusan kemarin. Kita tetap menolak,” kata Gus Dur.(A-83)***

SUPLEMEN

Suplemen Khusus Anak-anak

Suplemen Hikmah

IKLAN

Iklan Mini Baris

-
Hak Cipta � 2002 - Pikiran Rakyat Cyber Media
-

-