I P T E K   &   L I N G K U N G A N

No. 5512

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Panser Amfibi Beroda Ban dari BPPT

Oleh
Merry Magdalena

JAKARTA-Diam-diam, kita sudah mulai menguasai teknologi pertahanan dan keamanan (Hankam). Panser amfibi beroda ban yang siap tempur kini sudah kita rancang sendiri.
Walau tidak dalam keadaan perang, setiap negara wajib menjaga keamanan wilayahnya. Aneka peralatan Hankam juga harus tersedia. Negara yang sudah cukup maju teknologinya otomatis akan merancang sendiri alat utama sistem senjata (Alutsista)-nya. Indonesia sesungguhnya tidak terlalu kalah di bidang kemandirian Alutsista ini. Sejauh ini untuk sejumlah keperluan Alutsista sudah mampu kita buat sendiri.
Salah satunya adalah panser 4x4 beroda ban.
“Panser ini memiliki enam roda dengan muatan 10 orang. Kami bekerja sama dengan PT Pindad dalam pembuatan prototipenya dan berhasil kami selesaikan tahun 2006 kemarin,” ungkap Suryatin Wiriadidjaya Deputi Bidang Teknologi Industri, Rancangbangun, dan Rekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kepada pers di Jakarta belum lama ini.

Evaluasi
Panser beroda ini menggunakan under–carriage truck, termasuk engine 220 PS dan transmisi produksi PT Texmaco. Prototipe ini menjadi cikal bakal PT Pindad mengembangkan panser 6x6 dengan bodi dan sistem konstruksi monocoque, hingga sistem penggerak roda dan suspensi independen sesuai spesifikasi TNI.
Melihat keberhasilan di tahun 2004, BPPT dan PT Pindad mengembangkan panser amfibi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Menurut Suryatin, kegiatan rancang bangun dilaksanakan dalam dua tahun anggaran. Tahun 2005 BPPT bersama PT Pindad membuat Design Requirement dan Objective (DRO) panser, perancangan, dan pengadaan beberapa komponen utama.
Pada tahun 2006 melalui project sharing PT Pindad membuat prototipe panser amfibi ini.
Kegiatan dimulai dari menentukan DRO dan membuat model2 3D untuk melihatnya dari segi art design. Mereka juga membuat detail desain dalam gambar dua dimensi. Setelah itu diusahakan pengadaan dan fabrikasi komponen. Tidak ketinggalan juga instalasi komponen, interior, dan pengecatan. Tahap terakhir adalah pengujian dan evaluasi.

Modifikasi
Saat ini telah dibuat satu unit prototipe panser amfibi beroda ban, dengan spesifikasi berat kosong delapan ton, berat saat tempur sepuluh ton, bahan dasar terbuat dari baja dan monocoque, dengan kecepatan maksimum 80 kilometer per jam. Sementara itu, menunggu hasil modifikasi axle dan sistem suspensi independen PT Pindad, pengujian
prototipe di lapangan akan dilaksanakan awal tahun 2007 ini.
Melalui keberhasilan produksi kendaraan tempur beroda ban, BPPT bersama mitra strategis merencanakan mengembangkan kendaraan tempur beroda rantai tahap awal, pada tahun 2007 BPPT akan melakukan reverse engineering terhadap komponen gear transfercase yang juga merupakan salah satu komponen utama dari kendaraan tipe track ini. Sementara itu, untuk komponen lain seperti track shoes and links, PT Pindad bersama mitra industri lainnya telah mampu membuatnya sendiri.
Mesin penggeraknya menggunakan mesin yang dijual di pasar bebas. Pada akhir tahun 2009 BPPT bersama mitra strategis diharapkan bisa menyelesaikan satu unit prototipe light duty tank dengan berat kurang dari 15 ton. n

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003