Wednesday, Nov 03rd

Last update05:52:09 PM GMT

You are here:: Home

Laporan aktivitas G. Merapi tanggal 1 November 2010 pukul 00:00 sampai dengan pukul 06:00 WIB.

E-mail Print PDF

I. Hasil Pemantauan

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pukul 00.00-06.00 WIB, aktivitas cenderung menurun, dibandingkan hari kemarin pada waktu yang sama. Sampai Pukul 06:00 WIB, hanya tercatat dua jenis gempa dengan jumlah relatif sedikit, yaitu gempa guguran sebanyak 16 dan gempa MP sebanyak 2.

Berikut disajikan rangkuman hasil pemantauan terkini, meliputi data pemantuan secara instrumental dan visual.

1. Kegempaan

Berdasarkan hasil pemantauan kegempaan diperoleh jumlah kegempaan sebagai berikut:

Jenis Gempa

30 Okt 2010

31 Okt 2010

1 November 2010

00-24 WIB

00-24 WIB

00-06 WIB

06-12 WIB

12-18 WIB

18-24 WIB

Jml

Vulkanik

4

4

-

-

-

-

-

MP

56

33

2

-

-

-

2

LF

-

22

-

-

-

-

-

Guguran

204

166

16

-

-

-

16

AP (Awan panas)

2

4

-

-

-

-

-

Tele

-

-

-

-

-

-

-

Tektonik

-

1

-

-

-

-

-

  1. 2. Visual

Kondisi visual dari pos-pos pengamatan G. Merapi mulai pukul 00.00-06.00 WIB, umumnya menunjukkan cuaca cerah (perhatikan table). Namun, tidak terlihat aktivitas G. Merapi yang signifikan pasca memuntahkan awan panas sore tadi. Nampak asap sulfatara dari beberapa pos (perhatikan tabel). Teramati guguran dari pos Kaliurang ke Kali gendol sejauh 700 m pada jam 02:40 WIB dan sebaran awanpanas (perhatikan tabel). Tidak terdengar suara guguran,gemuruh maupun dentuman. Tidak tercium bau belerang dan tidak terjadi hujan abu..

Pos

Cuaca Cerah

Asap Sulfatara

Sebaran endapan awanpanas

Kaliurang

00:03-03:26; 03:56-06:00 WIB

Putih, tebal, lemah, tinggi 50 m, dan condong ke Tenggara


Babadan

00:00-03:30;04:05-06:00WIB

Putih, tebal, lemah, tinggi 50 m dan condong ke Utara pada pukul 06:00

Kali Senowo dan  Lamat  jarak luncur 2 km

Ngepos

00:00-06:00 WIB

Putih, tebal, lemah, tinggi 150 m, condong ke Utara pada Pukul 05:10 WIB


Jrakah

00:00-06:00 WIB

Putih, tebal, lemah, tinggi 100 m

Kali Apu, dan Senowo jarak lucur 2 km

Selo

00:00-03:40 WIB

05:05-06:00 WIB

Putih, Tebal, lemah, tinggi 100 m condong ke Timur Pukul 05:05 WIB

Kali Apu jarak luncur 1,5 km

  1. II. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemantauan instrumental dan visual pada 1 Novemeber 2010 dari Pukul 00:00 WIB sampai dengan pukul 06:00 WIB menunjukkan aktivitas G Merapi masih tinggi. Status aktivitas Gunung Merapi ditetapkan pada tingkat Awas (level 4).

  1. III. Rekomendasi

Sehubungan masih tingginya aktivitas vulkanik G. Merapi dan status masih ditetapkan pada level Awas, maka direkomendasikan sebagai berikut:

  1. Agar dilakukan penyelidikan abu gunungapi yang dapat berpotensi mengganggu jalur penerbangan dari dan ke Lapangan Udara Internasional Adisucipto di Yogyakarta.
  2. Tidak ada aktivitas penduduk di daerah rawan bencana III, khususnya yang bermukim di sekitar alur sungai yang berhulu di G. Merapi sektor Selatan, Tenggara, dan Barat Daya dalam jarak 10 km dari puncak G. Merapi meliputi, K. Boyong, K. Kuning, K. Gendol dan K. Woro, K. Bebeng, K. Krasak, dan K. Bedog.
  3. Wilayah Kabupaten Sleman, agar tetap berada di pengungsian / daerah yang aman bagi penduduk yang bermukim di desa Purwobinangun (Dusun Turgo, Kemiri, dan Ngepring), desa Wonokerto (Dusun Tunggularum), desa Girikerto (Dusun Ngandong, Tritis, dan Nganggring). Desa Hargobinangon (Dusun Kaliurang Barat, Dusun Boyong, Kaliurang Timur, dan Ngipiksari), Desa Umbulharjo (Dusun Kinahrejo, Pangukreho, dan Gondang), Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem. Petung, Jambu, dan Kopeng), Desa Glagaharjo (Dusun Kali Tengah Lor, Kali Tengah Kidul, Srunen, Singlar).
  4. Wilayah Kab. Klaten, agar tetap berada di pengungsian / daerah yang aman bagi penduduk yang bermukim di Desa Balerante (semua dusun), Desa Sidorejo (semua dusun), dan Tegalmulyo (semua dusun).
  5. Wilayah Kab. Magelang, agar tetap berada di pengungsian / daerah yang aman bagi penduduk yang bermukim di Desa Kemiren (Dusun Jambu Rejo dan Dusun Kemiren), Desa Kaliurang (Dusun Sumberejo, Kaliurang Utara, Kaliurang Selatan dan Cepagan), Desa Krinjing, Desa Keningar,dan Desa Ngargosoka
  6. Tidak ada aktivitas masyarakat di sekitar alur sungai meliputi, K. Bebeng, K. Krasak, dan K. Bedog, K. Boyong, K. Kuning, K. Gendol, dan K. Woro.
  7. Masyarakat di sekitar G. Merapi agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten setempat dalam upaya penyelamatan diri dari ancaman bahaya erupsi G. Merapi.
  8. Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kawasan landaan awanpanas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.
  9. Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas G. Merapi dan tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

L