Wednesday, Nov 10th

Last update12:59:02 AM GMT

You are here:: Home

Laporan aktivitas G. Merapi tanggal 6 November 2010 pukul 12:00 sampai dengan pukul 18:00 WIB.

E-mail Print PDF

Laporan aktivitas G. Merapi tanggal 6 November 2010 pukul 12:00 sampai dengan pukul 18:00 WIB.

I. Hasil Pemantauan

Pada pukul 12:00-18:00 WIB, erupsi G. Merapi masih dan sedang terjadi dengan intensitas yang tinggi. Rentetan awanpanas masih terus berlangsung sepanjang pagi hingga siang ini.

Berikut disajikan rangkuman hasil pemantauan terkini, meliputi data pemantauan secara instrumental dan visual.

     1. Kegempaan

     Berdasarkan hasil pemantauan kegempaan diperoleh jumlah kegempaan sebagai berikut:

Jenis Gempa

4 Nov 2010

5 Nov 2010

6 Nov 2010

00:00-24:00 WIB

00:00-24:00 WIB

00:00-18:00 WIB 

Vulkanik

20

-

-

MP

-

-

-

LF

-

-

-

Tremor

Berentetan

Berentetan

Berentetan

Guguran

Berentetan

Berentetan

Berentetan

AP (Awan panas)

Berentetan

Berentetan

Berentetan

        

      2. Visual

Pengamat G. Merapi melaporkan, teramati kolom dengan tinggi mencapai 4 km. arah asap ke Utara. Endapan awanpanas 4000 m ke Kali Senowo. Ketebalan abu dan pasir di Krasak dan Muntilan mencapai 4 cm.

II. Awas Lahar

Semakin bertambahnya material erupsi di sepanjang alur sungai yang berhulu dari puncak G. Merapi dan tingginya intensitas hujan di sekitar G. Merapi, maka berpotensi terjadi banjir lahar.

III. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemantauan instrumental dan visual pada 6 November 2010 dari pukul 12:00 WIB sampai dengan pukul 18:00 WIB menunjukkan aktivitas G. Merapi sangat tinggi. Dengan kondisi tersebut,maka status aktivitas Gunung Merapi pada tingkat Awas (level 4). Ancaman bahaya G Merapi dapat berupa awanpanas dan lahar. Wilayah yang aman bagi para pengungsi adalah di luar radius 20 km dari puncak G. Merapi.

IV. Rekomendasi

Sehubungan masih tingginya aktivitas vulkanik G. Merapi dan status masih ditetapkan pada level Awas, maka direkomendasikan sebagai berikut:

  1. Agar dilakukan penyelidikan abu gunungapi yang dapat berpotensi mengganggu jalur penerbangan dari dan ke Lapangan Udara Internasional Adisucipto di Yogyakarta.
  2. Tidak ada aktivitas penduduk di daerah rawan bencana III, khususnya yang bermukim di sekitar alur sungai (ancaman bahaya awanpanas dan lahar) yang berhulu di G. Merapi sektor Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan Baratlaut dalam jarak 20 km dari puncak G. Merapi meliputi, K. Woro, K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat,  K. Senowo, K. Trising, dan K. Apu.
  3. Segera memindahkan para pengungsi ke tempat yang aman di luar radius 20 km dari puncak G. Merapi.
  4. Masyarakat di sekitar G. Merapi agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten setempat dalam upaya penyelamatan diri dari ancaman bahaya erupsi G. Merapi.
  5. Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kawasan landaan awanpanas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.
  6. Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas G. Merapi dan tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.