Bulletin

KARAKTERISTIK MORFOLOGI BUNGA KENCUR (Kaempferia galanga L.)

KARAKTERISTIK MORFOLOGI BUNGA KENCUR (Kaempferia galanga L.)

Wawan Haryudin dan Otih Rostiana

Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik


ABSTRAK

        Bunga kencur tergolong bunga sempurna yaitu memiliki benang sari dan putik. Penelitian bertujuan untuk mempelajari biologi bunga tanaman kencur yang dilaksanakan di Rumah Kaca Pemuliaan Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro) Bogor sejak Januari – Desember 2007. Parameter yang diamati adalah jumlah kelopak, warna kelopak, panjang dan lebar kelopak, warna mahkota, jumlah mahkota, panjang dan lebar mahkota, panjang kotak sari, lebar kotak sari, panjang tangkai putik, lebar kepala putik, panjang bunga, panjang tabung bunga, dia-meter tabung bunga, jumlah tepung sari (Pollen) fertil, jumlah tepung sari steril, per-sentase fertilitas dan sterilitas tepung sari. Data dianalisis dengan menggunakan Anova. Jika terdapat beda nyata pada setiap perlakuan di-lanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis menunjukkan morfologi kelopak bunga terpanjang pada V1 (2,30 cm) berbeda nyata dengan V5 tetapi tidak berbeda nyata dengan nomor lainnya. Sedangkan panjang mahkota bunga terdapat pada V4 (1,61 cm) berbeda nyata dengan V5 tetapi tidak berbeda nyata dengan nomor lainnya. Lebar kelopak, lebar mahkota, jumlah kelopak dan jumlah mahkota tidak berbeda nyata dari masing-masing nomor. Morfologi bunga jantan dan bunga betina dari masing-masing parameter yang dianalisis tidak berbeda nyata. Warna bunga kencur putih pada nomor V2 dan ungu terdapat pada nomor V1, V3, V4 dan V5. Bunga kencur merupakan jenis bunga yang termasuk kedalam bunga majemuk yang sem-purna (lengkap) karena terdapat bunga jantan dan bunga betina dalam satu anak bunga. Bunga jantan dan bunga betina matang bersamaan pada saat kuntum mekar penuh dengan masa reseftifitas 5 jam. Reseftifitas bunga jantan ditandai adanya warna kuning pada kotak sari sedangkan reseftifitas bunga betina ditandai ligula pada kepala putik sudah rontok dan terdapat lubang menganga di kepala putik. Fertilitas tepung sari sangat tinggi berkisar antara 97,20-99,14 %.

Kata kunci : Kencur (Kaempferia galanga. L), biologi bunga

 

ABSTRACT

Morphological Characteristic of  Indian Galanga Flower   (Kaemferia galanga L.)

       The flower of Indian galanga is a  complete flower having stamen and pistil reproduction. The research about the biology of Indian galanga flower was conducted in the Green House of Plant Breeding Division, Indonesian Medicinal and Aromatic Crops Research Institute (IMACRI) Bogor from January to December 2007. The parameters observed were number, color, length, and width of petals, color and number of crowns, length and width of crowns, length and width of anthers, length of filament, length of flower, length of receptacle, the diameter of recap-tacle, number of fertile and sterile pollens, percentage of pollen fertility and sterility the number of samples absurd. The data were analyzed using ANOVA. If there was a signi-ficant difference, Duncan double distance test would be provided. The result showed that the longest pethal morphology at V1 (2.30 cm) was significantly different from V5 but not significantly different from other numbers. Mead while, the length of crown in V4 (1.61 cm) is different from V5 but not different with each number. The width and number of petal and crown were not significantly different from every plant’s number. The morphology of male and female flowers of each analyzed parameter showed no significantly different. The V2 number produces white color of flower while V1, V3, V4 and V5 produce violet color. The Indian Galanga has complete flower because the stamen and pistil were found in one flower. Male and female flowers bloom in the same time and require 5 hours for receptivity period. Male flower receptivity is shown by yellow color on the anther. On the other hand, reseptifity female flower is shown by ligula on the anther which then falls down and leaves is a hole on the anther. Pollen fertility is very high ranging between 97.20-99.14%.

Keywords : Indian galanga (Kaempferia galanga L.), biology of flower

 

Buletin Volume XIX No. 2, 2008

DAFTAR ISI

 

Karakteristik Morfologi Bunga Kencur (Kaempferia galanga L.)

Wawan Haryudin dan Otih Rostiana

 

Multiplikasi Tunas, Aklimatisasi dan Analisis Mutu Simplisia Daun Encok (Plumbago zeylanica L.) asal Kultur In Vitro Periode Panjang

Sitti Fatimah Syahid dan Natalini Nova Kristina

 

Pengaruh Salinitas terhadap Pertumbuhan, Produksi dan Mutu Sambiloto (Andrographis paniculata Nees

M. Syakir, Nur Maslahah dan M. Januwati

 

Efektivitas Formula Minyak Serai Wangi terhadap Pertumbuhan Kapang asal Buah Merah dan Sambiloto

Miftakhurohmah, Rita Noveriza dan Agus Kardinan

 

Pengaruh Kelengasan Tanah terhadap Daya Bertahan Hidup Trichoderma harzianum dan Efikasinya terhadap Phytophthora capsici L.

Dyah Manohara

 

Pengaruh Minyak Jahe Merah, Pala dan Selasih terhadap Helopeltis antonii Sign pada Inang Alternatif

Warsi Rahmat Atmadja

 

Biologi Kutu Putih Dysmicoccus brevipes Cockerell (Hemiptera : Pseudococcidae) pada Tanaman Nenas dan Kencur

Juliet M. Eva Mamahit, Syafrida Manuwoto, Purnama Hidayat dan Sobir

 

Isolasi Senyawa Bioaktif Penolak (Repellent) Nyamuk dari Ekstrak Aseton Batang Tumbuhan Legundi (Vitex trifolia)

Mustanir dan Rosnani

 

Pengaruh Perendaman dalam Asam Organik dan Metoda Pengeringan terhadap Mutu Lada Hijau Kering

Nanan Nurdjannah dan Hoerudin

 

Analisis Pendapatan dan Daya Saing Usahatani Akar Wangi di Kabupaten Garut

JT. Yuhono

 

OPTIMASI USAHATANI JAMBU METE DENGAN TANAMAN TUMPANG SARI DI LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT

OPTIMASI USAHATANI JAMBU METE DENGAN TANAMAN TUMPANG SARI DI LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT

Sabarman Damanik

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

ABSTRAK

Penelitian tentang, optimasi usahatani jambu mete dengan tumpang sari telah dilak-sanakan pada Pebruari 2005 sampai dengan Maret 2006 di desa Kayungan,Kabupaten Lom-bok Barat, Nusa Tenggara Barat. Metode pena-rikan contoh melalui random sampling. Data diambil dari wawancara dengan jumlah sampel responden 20 petani yang menanam jambu mete, dan melakukan uji lapang dengan metode Rancangan acak kelompok. Survey ekonomi kepada petani responden yang diambil secara acak. Tujuan penelitian untuk mengetahui ting-kat optimasi pemanfaatan sumberdaya mulai dari produksi jambu mete dan tanaman sela serta alokasi faktor-faktor produksi (tenaga kerja, pupuk dan insektisida) yang digunakan petani untuk memaksimumkan pendapatan pe-tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola tanam yang optimal dan menguntungkan petani adalah pola jambu mete dengan kacang kedele. Pada kondisi optimal dapat diperoleh pendapat-an Rp 12.000.000,-/ha/thn dan pendapatan rata-rata/ha/thn sebesar Rp 9.587.400,-. dengan jumlah input 1.047 HOK yang terdiri dari 640 hari kerja pria, 228 hari kerja wanita dan 179 hari kerja anak.

Kata kunci : Optimasi, jambumete, tanaman sela, faktor produksi, pendapatan, tenaga kerja, pola-tanam, Nusa Tenggara Barat

ABSTRACT

Optimizing of Cashewnut Farm by Intercropping in West Lombok, West Nusa Tenggara.

The study on the optimizing Cashew-nut farm productivity by intercropping secon-dary crops was conducted in Kayungan village, West Lombok District, West Nusatenggara Propince in 2005 to 2006. The research met-hods are block of rendomized and random sampling for farmers. Sampel data were col-lected through interviews with 20 cashewnut farmers and field experiment using rendo-mized block design. Other economict data col-lected from farmers have with random sam-pling method. The objective of this experiment was to fiend out a cropping pattern of cashew interm to maximize of fermer income through the production of cashewnut intercropping and number of the production inputs labour, investment, pesticide and fertilizer). Result showed that the optimal cropping pattern was the intercropping of cashewnut and soybean, with the income of Rp 12,000,000,-/ha/thn, ,and avarange Rp 9,587,400,-/ha/thn, with he labours obserbed in the farm was 1,047 wor-king days including 640 men working days, 228 women working days and 179 children labours.

Keywords : Optimizing, cashewnut, intercropping, production factor, income, worker, farming system, West Nusa Tenggara

   

ISOLASI PATCHOULI ALKOHOL DARI MINYAK NILAM UNTUK BAHAN REFERENSI PENGUJIAN DALAM ANALISIS MUTU

ISOLASI PATCHOULI ALKOHOL DARI MINYAK NILAM UNTUK BAHAN REFERENSI PENGUJIAN DALAM ANALISIS MUTU

Ma’mun¹ dan Adhi Maryadhi²

1) Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik  2) Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI


ABSTRAK

Patchouli alkohol merupakan kompo-nen utama minyak nilam yang jumlah kan-dungannya dalam minyak menentukan tingkat mutu dan harga minyak nilam. Metode yang direkomendasikan oleh ISO 3757/2002 adalah metode kromatografi gas, dan untuk itu diper-lukan tersedianya senyawa patchouli alkohol murni sebagai standar atau bahan acuan (Refe-rence material) pada pengujian mutu minyak nilam. Akan tetapi, senyawa autentik patchouli alkohol murni sulit diperoleh, bahkan hingga saat ini belum ada dalam perdagangan bahan-bahan kimia standar (fine chemicals). Berdasar-kan hal tersebut maka penelitian untuk pem-buatan standar minyak nilam sebagai bahan acuan pengujian laboratorium di Indonesia per-lu dilakukan. Pembuatan bahan standar pat-chouli alkohol dilakukan dengan cara meng-isolasi patchouli alkohol yang terdapat dalam minyak nilam dengan menggunakan metode destilasi vakum bertingkat. Hasil isolasi diuji dengan kromatografi gas dan kromatografi gas-spektrometri massa. Hasil penelitian diperoleh kadar patchouli alkohol sebesar 91,5% dengan rendemen 1%. Hasil pengujian waktu retensi menunjukan semua hasil fraksinasi (isolasi) memiliki waktu retensi yang sama pada ber-bagai kadar yang berbeda (mempunyai ke-beruntungan yang tinggi). Hal ini menunjuk-kan patchouli alkohol memiliki kekhasan untuk dijadikan bahan acuan standar.

Kata kunci : Minyak nilam, isolasi, patchouli alkohol

 

ABSTRACT

Isolation of Patchouly Alcohol From Patchouly Oil For The Reference Material in Testing Quality

Patchouly alcohol is the main compo-nent in patchouly oil, and its quantity influen-ces to the quality and price of patchouly oil in trade. Cromatography gas is the standard method recomended by ISO 3757/2002 for testing the quality of patchouly oil. This met-hod requires the original compound of pure patchouly alcohol as the reference material. However the authentic compound of pure pat-chouly alcohol is not yet available in the che-mical trade. Therefore, research shoud be focused on determining a patchouly oil stan-dar as laboratory reference testing in Indone-sia. The experiment of isolation patchouly alcohol from patchouly oil was conducted using vacum fractio distillation method. The isolated patchouly alcohol was identified by gas chromatography-mass spectrometry met-hod. The isolation gave 1% yield of pat-chouly alcohol, and the purity of isolated patchouly alcohol was 91.5%. The retention time of all isolated fractions have the repro-ducibility, an important factor as refe-rence material.

Keywords : Patchouly oil, isolation, patchouly alcohol

 

TUDI AWAL : EFEKTIVITAS EKSTRAK AIR BIJI PICUNG (Pangium edule) TERHADAP MENCIT DAN ANJING SEBAGAI P

STUDI AWAL : EFEKTIVITAS EKSTRAK AIR BIJI PICUNG (Pangium edule) TERHADAP MENCIT DAN ANJING SEBAGAI PENGGANTI RACUN STRYCHNINE DALAM UPAYA ELIMINASI ANJING LIAR

Yuningsih dan R. Damayanti

Balai Besar Penelitian Veteriner


ABSTRAK

Penyakit rabies (penyakit anjing gila) sudah lama dikenal dan sangat ditakuti oleh masyarakat karena dapat menyebabkan kema-tian. Pemberantasannya melalui eliminasi an-jing liar, menggunakan strychnine sintetik yang harus diimpor dan cukup mahal harganya. Eks-trak air biji picung (Pangium edule) mudah diperoleh dan murah, mengandung sianida sa-ngat tinggi sehingga berpotensi sebagai peng-ganti strychnine. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Veteriner, Bogor sejak September 2004 sampai Maret 2005. Penelitian dilakukan 3 tahap, yakni : 1) mencari contoh buah picung ke daerah Cianjur (Bojongpicung), Sukabumi (Pelabuhanratu) dan Garut (Pameungpeuk), 2) analisis sianida dalam biji picung dengan cara spektrofotometri, 3) percobaan pemberian eks-trak air biji picung (EABP) dengan konsentrasi 100% (b/v) secara oral pada a) mencit dalam 5 macam dosis (penetapan LD50): 0,05; 0,1; 0,2; 0,4 dan 0,8 ml EABP untuk 10 ekor/dosis b) anjing dalam 3 macam dosis: 0,5; 1,0 dan 2,0 ml EABP, masing-masing dalam campuran makanan baso untuk 1 ekor/dosis. Pemberian dosis tunggal : 2,5; 5,0 dan 10,0 ml EABP un-tuk 1 ekor/dosis. Kemudian dilakukan nekrop-si, gambaran pasca mati dan histopatologi apa-bila hewan mati. Hasil percobaan menunjukkan bahwa LD50 pada mencit: 21,88 mg/kg sianida dalam EABP (0,23 ml EABP). Kemudian dosis letal pada anjing: 5,0 ml dengan berat badan 3,5 kg (mati dalam 1,5 jam), sedangkan dosis 10,0 ml tidak menyebabkan kematian karena dimuntahkan. Gambaran pasca mati pada men-cit dan anjing konsisten yaitu umumnya pem-bendungan dan perdarahan, sebagian besar pa-da organ viseral yang sesuai dengan gambaran histopatologinya, tetapi paling parah pada paru-paru,  lambung  dan usus yang dapat dihubung-

 

 

kan dengan tingkat keparahan dalam kema-tiannya, maka pemberian EABP dapat dipakai sebagai pengganti strychnine dalam eliminasi anjing liar.

Kata kunci : Biji picung, ekstrak air biji picung, rabies, sianida

ABSTRACT

Preliminary Study : Effectivity of Pangium Edule Seed Water Extract as a Substitute for Strychnine in Mice and Dogs in Order to Eliminate Wild Dogs

Rabies is well recognized as fatal di-sease for human. One of the eradication prog-ram for rabies is eliminate wild dogs by gi-ving synthetic strychnine which must be im-ported and quite expensive. Alternatively, we try to use Pangium edule which contains relatively high cyanide which is potential as a substitute for strychnine. The experiment was conducted in Indonesian Research Center for Veterinary Science, Bogor from September 2004 to March 2005. This research was held in 3 period : 1) sampling of picung fruit in 3 location : Cianjur (Bojongpicung), Sukabumi (Pelabuhanratu) and Garut (Pameungpeuk), 2) cyanide analysis in picung seed by spectro-fotometric method, 3) trial with picung seed water extract (PSWE) with concentration is 100% (b/v) and oral application to a) 5 group of mice (10 mice/group) with 5 type of dosage (for LD50), respectively for each group : 0.05; 0.1; 0.2; 0.4 and 0.8 ml of PSWE.  Similar ex-periment was also done in dogs but PSWE was given in two formula ie : mixed within meatballs (0.5 – 2.0 ml) and single dose of PSWE : 2.5; 5.0 and 10.0 ml. Necropsy was performed  when  the  animals  died and gross lesions and histopathological features were observed. The study showed that LD50 was 21.88 mg/kg cyanide (0.23ml of PSWE) whe-reas the lethal dose for the dogs (3.5 kg body weight) was 5.0 ml of PSWE  (the dogs died less than 1.5 hours) and 10,0ml of PSWE was not effective (vomited). Gross lesions in mice and dogs consistently showed general conges-tion and hemorrhage in most of the visceral organs which its according to the result of the histopathological features but the most severe lesion was hemorrhagic lung, stomach and intestine which can be associated with violent death, so application of PSWE can be used as a susbtitute for strychnine to eliminate wild dogs.

Keywords : Picung seed, picung seed water extract, rabies, cyanide

   

Page 5 of 12

Anda Pengunjung ke-

MEMBER LOG IN

AGROWIDYAWISATA


Teknologi Unggulan



Get the Flash Player to see this player.


BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Departemen Pertanian
Jl. Tentara Pelajar No.3 Bogor 16111
Telp. (0251) 8321879 Fax. (0251) 8327010 e-mail:balittro@litbang.deptan.go.id
Website:http://balittro.litbang.deptan.go.id