Home Profil Kota Bogor Geographical Location
Geographical Condition PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 10 February 2009 16:19
Article Index
Geographical Condition
Geographical Condition
All Pages

KONDISI GEOGRAFIS.

bogor condition

Kota Bogor mempunyai luas 11.850 ha, terletak di Provinsi Jawa Barat dengan letak secara astronomis pada 106º 48’ Bujur Timur dan 6º 36’ Lintang Selatan, dengan jarak ± 56 Km ke arah Selatan dari Ibu Kota Jakarta dan  ± 130 Km ke arah Barat Kota Bandung, Ibukota Provinsi Jawa Barat. Batas wilayah Kota Bogor adalah :
• Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kecamatan Kemang, Bojong Gede, dan Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor.
• Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Sukaraja dan Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor.
• Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Darmaga dan Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor.
• Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Cijeruk dan Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor.

Wilayah Administrasi Kota Bogor terdiri atas 6 kecamatan dan 68 kelurahan, RW berjumlah 750 buah, RT berjumlah 3.349 buah.

Kota Bogor berada di ketinggian 190 – 330 m di atas permukaan laut, Kemiringan lereng di Kota Bogor berkisar 0 - 2% sampai dengan > 40%. Kemiringan lereng 0 - 2% (datar) seluas 1.763,94 ha, 2 - 15% (landai) seluas 8.091,27 ha, 15 - 25% (agak curam) seluas 1.109,89 ha, 25 - 40% (curam) seluas 764,96 ha, dan > 40% (sangat curam) seluas 119,94 ha.

Suhu udara rata-rata setiap bulannya 26 0 C, dan kelembaban udara yang kurang lebih 70%. Kota Bogor disebut Kota Hujan karena memiliki curah hujan rata-rata yang tinggi. Curah hujan rata-rata di wilayah Kota Bogor berkisar 4.000 sampai 4.500 mm/tahun.

Struktur geologi yang ada di Kota Bogor adalah aliran andesit seluas 2.719,61 ha, kipas aluvial seluas 3.249,98 ha, endapan seluas 1.372,68 ha, tufa seluas 3.395,17 ha, dan lanau breksi tufan dan capili seluas 1.112,56 ha. Secara umum, Kota Bogor ditutupi oleh batuan vulkanik yang berasal dari endapan (batuan sedimen) dua gunung berapi, yaitu Gunung Pangrango (berupa batuan breksi tupaan/kpal). Lapisan batuan ini berada agak dalam dari permukaan tanah dan jauh dari aliran sungai. Endapan permukaan umumnya berupa alluvial yang tersusun oleh tanah, pasir, dan kerikil hasil pelapukan endapan, yang tentunya baik untuk vegetasi.

Tanah yang ada di seluruh wilayah Kota Bogor umumnya memiliki sifat agak  peka terhadap erosi, yang sebagian besar mengandung tanah liat (clay), dengan tekstur tanah yang umumnya halus hingga agak kasar, kecuali di Kecamatan Bogor Barat, Tanah Sareal dan Bogor Tengah yang terdapat tanah yang bertekstur kasar  

Wilayah Kota Bogor dialiri oleh 2 sungai besar dan 7 anak sungai, yang secara keseluruhan anak-anak sungai itu membentuk pola aliran pararel-subpararel sehingga mempercepat waktu mencapai debit puncak (time to peak) pada 2 sungai besar yaitu sungai Ciliwung dan Cisadane. Kota Bogor memanfaatkan kedua sungai ini sebagai sumber air baku bagi Perusahaan Daerah Air Minum.

Sumber air bagi Kota Bogor diperoleh dari sungai, air tanah, dan mata air. Sungai utama yang mengalir di Kota Bogor adalah Sungai Ciliwung, Sungai Cisadane, dan beberapa anak sungainya. Selain dua sungai tersebut, beberapa sungai lain yang ada di Kota Bogor di antaranya Sungai Cipakancilan, Sungai Cidepit, Sungai Ciparigi, dan Sungai Cibalok. Kedalaman air tanah bervariasi sekitar 3 ─12 m, kedalaman muka air tanah dalam keadaan normal (musim hujan) berkisar 3 ─ 6 m, sedangkan pada musim kemarau kedalaman muka air tanah mencapai 10 ─12 m. Kualitas air tanah di Kota Bogor terbilang cukup baik.

Sumberdaya alam lainnya berupa flora dan fauna juga ditemukan di Kota Bogor. Sejumlah tanaman tropis yang langka dapat ditemui di Kebun Raya Bogor. Bahkan, Kebun Raya Bogor dikenal memiliki koleksi tanaman tropis yang terlengkap di dunia. Selain itu, tanaman sayuran dan buah-buahan serta tanaman hias dan tanaman obat-obatan masih banyak diusahakan oleh masyarakat terutama di Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Barat.
Kawasan rawan bencana di Kota Bogor adalah kawasan yang sering mengalami bahaya longsor dan kawasan yang rawan banjir. Daerah yang sering longsor umumnya di sekitar tebing sungai, sedangkan daerah yang rawan banjir hanya merupakan titik genangan yang tersebar pada setiap kecamatan.

Kota Bogor mempunyai Kawasan Terbangun pada tahun 2005 dengan luas total sebesar 4.411,86 Ha atau sekitar 37,23% dari luas total Kota Bogor, yang berupa lahan Perdagangan, Permukiman, Perumahan, Komplek Militer, Istana, Industri, Terminal, dan Gardu. Kawasan terbangun di wilayah Kota Bogor didominasi oleh 3.135,79 Ha (26,46%) kawasan permukiman, yang didalamnya terdapat fasilitas Kesehatan, Pendidikan, Peribadatan, serta Perkantoran. Sedangkan kawasan Belum Terbangun dengan luas total sebesar 7.438,14 Ha atau sekitar 62,77% dari luas total Kota Bogor, yang berupa Situ, Sungai, Kolam, RTH, Tanah Kosong Non RTH, dan Lain-Lain yang tidak teridentifikasi. Kawasan Belum Terbangun di Kota Bogor didominasi oleh 6.088,58 Ha atau 51,38% RTH, yang didalamnya terdapat Hutan Kota, Jalur Hijau jalan, Jalur Hijau SUTET, Kawasan Hijau, Kebun Raya, Lahan Pertanian Kota, Lapangan Olah Raga, Sempadan Sungai, TPU, Taman Kota, Taman Lingkungan, Taman Perkotaan, dan Taman Rekreasi.

Di Kota Bogor, pada tahun 2004, terdapat 69 lokasi permukiman kumuh atau seluas 211.944 Ha. Kumuh terbanyak berada di Kecamatan Bogor Utara seluas 124.249 Ha, sedangkan yang sedikit memiliki kawasan kumuh adalah Kecamatan Bogor Selatan seluas 8.978 Ha.

Dengan kondisi geografis yang relatif lebih baik dibandingkan dengan wilayah lainnya di kawasan Jabodetabek, maka Kota Bogor mempunyai potensi yakni menjadi tujuan utama bermukim para pekerja di DKI Jakarta, serta tujuan wisata penduduk DKI Jakarta dan sekitarnya. Masalah yang harus diwaspadai dan segera ditangani adalah mempertahankan ruang terbuka hijau seluas 30% dari luas kota, pembangunan sumur resapan dan kolam retensi untuk meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah dan mencegah tingginya debit drainase yang ada yang dapat menimbulkan banjir. Selain itu memberikan perkuatan kepada sempadan sungai maupun tebing yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan bencana longsor.


GEOGRAPHICAL CONDITION

The City of Bogor located at 106º 48’ Bujur Timur dan 6º 36’ Lintang Selatan, Bogor city is one of the cities under the administrative area of West Java Province. It is located approximately 50 km from the Indonesian capital, Jakarta and abaout 130 km Bandung West Java province capital. The City of Bogor has an area of 11,850 hectares, with a population of more than 879,138 in 2006, distributed in 6 Kecamatan and 68 Kelurahan, and borders with the District of Bogor (Kabupaten Bogor):

- the North Side : Wilayah Kecamatan Kemang, Kecamatan Bojong Gede dan Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor
- the West Side : Wilayah Kecamatan Dramaga dan Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor
- the East Side : Wilayah Kecamatan Sukaraja dan Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor
- the South Side : Wilayah Kecamatan Cijeruk dan Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor

Last Updated on Wednesday, 18 February 2009 02:41
 
Copyright © 2011 Bappeda Kota Bogor. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.