Tuesday, Mar 06th

Last update02:05:44 AM GMT

Indonesian English Japanese
You are here:: Home

Laporan aktivitas G. Merapi tanggal 11 November 2010 pukul 00:00 sampai dengan pukul 12:00 WIB.

E-mail Print PDF

Laporan aktivitas G. Merapi tanggal 11 November 2010 pukul 00:00 sampai dengan pukul 12:00 WIB.

I. Hasil Pemantauan

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pukul 00:00-12:00 WIB erupsi masih berlangsung dengan intensitas yang menurun.

Berikut disajikan rangkuman hasil pemantauan terkini, meliputi data pemantuan secara instrumental dan visual.

1. Kegempaan

Berdasarkan hasil pemantauan kegempaan diperoleh jumlah kegempaan sebagai berikut:

Jenis Gempa

9 Nov 2010

10 Nov 2010

11 Nov 2010

00-24 WIB 

00-24 WIB

00-12 WIB

Vulkanik

7

5

-

MP

-

-

-

LF

4

-

-

Tremor

beruntun

beruntun

Beruntun

Guguran

35

9

11

AP (Awanpanas)

2

1

1

Tektonik

2

-

-

2. Visual

Laporan pengamatan visual, suara gemuruh terdengar dengan intensitas lemah dan hujan abu ringan teramati dari pos Ketep pada pukul 02:10 WIB. Hujan abu dengan intensitas tipis-sedang kembali terjadi di Ketep. Asap teramati dengan tinggi 800 m dari puncak G. Merapi condong ke arah Barat hingga Barat Laut pada pukul 07:15 WIB. Asap berwarna hitam kecoklatan dengan tekanan kuat setinggi 800 m teramati pada pukul 05:00 WIB. Teramati guguran ke arah K. Gendol dengan jarak luncur 1 km pada pukul 10:35 WIB.

Dari CCTV yang dipasang di Deles, teramati awanpanas dengan jarak luncur 3 km ke arah K. Gendol pada pukul 05:20 WIB. Pada pukul 06:26 WIB teramati kolom asap berwarna putih kecoklatan bertekanan kuat setinggi 1500 m.

II. Awas Lahar

Secara umum, endapan lahar telah teramati di semua sungai yang berhulu di puncak G. Merapi dari arah Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan Barat Laut meliputi, K. Woro, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat,  K. Senowo, K. Trising, dan K. Apu. Lahar di K. Boyong telah terendapkan di Dusun Kandangan Desa Purwobinangun, Kab, Sleman berjarak 16 km dari puncak G. Merapi. Lahar juga dijumpai di alur K. Batang yang berjarak 10 km dari puncak G. Merapi.

III. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemantauan instrumental dan visual pada 11 November 2010 dari pukul 00:00 WIB sampai dengan pukul 12:00 WIB menunjukkan aktivitas G. Merapi masih tinggi. Dengan kondisi tersebut, maka status aktivitas Gunung Merapi masih tetap pada tingkat Awas (level 4). Ancaman bahaya G Merapi dapat berupa awanpanas dan lahar.

IV. Rekomendasi

Sehubungan masih tingginya aktivitas vulkanik G. Merapi dan status masih ditetapkan pada level Awas, maka direkomendasikan sebagai berikut:

  1. Agar dilakukan penyelidikan abu gunungapi yang dapat berpotensi mengganggu jalur penerbangan dari dan ke Lapangan Udara Internasional Adisucipto di Yogyakarta.
  2. Tidak ada aktivitas penduduk di daerah rawan bencana III, khususnya yang bermukim di sekitar alur sungai (ancaman bahaya awanpanas dan lahar) yang berhulu di G. Merapi sektor Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan Barat Laut dalam jarak 20 km dari puncak G. Merapi meliputi, K. Woro, K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat,  K. Senowo, K. Trising, dan K. Apu.
  3. Segera memindahkan para pengungsi ke tempat yang aman di luar radius 20 km dari puncak G. Merapi.
  4. Masyarakat di sekitar G. Merapi agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten setempat dalam upaya penyelamatan diri dari ancaman bahaya erupsi G. Merapi.
  5. Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kawasan landaan awanpanas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.
  6. Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas G. Merapi dan tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Pengunjung Website



71.4%Indonesia Indonesia
14.2%Australia Australia
14.2%United Kingdom United Kingdom

Total: 7