Oleh : Priyo Anggoro

UPACARA memperingati Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ke 72 telah selesai dilaksanakan. Semua kalangan terkonsentrasi untuk mengadakan upacara bendera di daerahnya masing-masing. Sebagai wujud rasa cinta kepada tanah air dan menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang memerdekakan bangsa ini.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Di dalamnya terdiri dari banyak suku bangsa, beragam budaya dan bahasa, serta beberapa keyakinan maupun Agama. Selain daripada itu Indonesia termasuk Negara kepulauan dengan ribuan pulau didalamnya. Menjadikan negara Indonesia terpisah-pisah oleh lautan dan samudera.

Meski begitu, yang menarik dari bangsa ini adalah kemampuannya untuk memiliki perasaan senasib, seperjuangan, sebangsa dan setanah air. Tidak membeda-bedakan suku bangsa, tidak membeda-bedakan Agama. Meskipun Islam agama mayoritas, tapi bisa mengayomi dan berlaku damai dengan sesama anak bangsa.

Itulah pentingnya menjunjung tinggi jiwa nasionalisme kebangsaan. Bahwa perdamaian dan keselarasan lebih penting daripada segalanya. Andaikata para pemimpin negeri ini, tokoh masyarakat dan ulama tidak mampu menahan diri untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan tidak mungkin bangsa ini sudah tercerai berai sejak lama. Menjadi bangsa yang terpecah dan negara yang memisahkan diri dari bumi pertiwi.

Berkah kemerdekaan juga selalu diperjuangkan oleh kaum muda dimasanya. Pemuda pada waktu itu berperan penting untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Pemuda melakukan konsolidasi organisasi mulai dari Boedi Utomo, Sarekat Islam dll. Demi menyatukan visi yang tinggi membawa kemerdekaan bagi bangsa ini.

Bila saat ini kita merdeka, sebagai pemuda yang hidup pada era kemerdekaan sudah barang tentu kita harus mampu mengisi kemerdekaan ini dengan semangat yang positif. Bercita-cita setinggi langit sesuai tujuannya masing-masing. Mencari ilmu sebanyak-banyaknya sebagai bekal mengarungi kehidupan. Dan yang paling penting adalah memiliki jiwa berkorban, mengabdi dan berjuang demi bangsa dan negara.

Berjuang itu dengan menjaga bangsa ini dari Radikalisme, Terorisme, Korupsi dan tindakan-tindakan yang melawan hukum seperti Persekusi, Main hakim sendiri dan bahaya Narkoba.

Memang alam kemerdekaan jauh berbeda dengan zaman penjajahan. Pembangunan sudah maju, akulturasi budaya asing pun sudah merasuki sendi-sendi berbangsa dan bertanah air. Tapi, sebagai pemuda Indonesia harus senantiasa sadar bahwa dimanapun dia berada hingga kapanpun “tidak akan pernah seorang pemuda membuat bangsanya menderita atas ulahnya sendiri” menganiaya sesama atau berbuat tidak adil terhadap saudara sebangsanya.

Pemuda Indonesia masa kini, cukup berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan yang direbut dengan susah payah ini, dari serbuan ideologi-ideologi yang ingin memecah NKRI. Kemudian selalu mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa dengan melakukan komunikasi yang positif bersama tokoh masyarakat, pemimpin bangsa serta para ulama.

Pemuda tetap menjadi harapan bangsa, karena ditangannya kelak arah bangsa akan selalu terencana untuk mencapai cita-cita yang belum tercapai. Maka tidak ada kata lain untuk generasi muda Indonesia selain terus bergerak dan berkarya demi masa depan Indonesia. Hidup Indonesia, Hidup Pemuda. Merdeka !!!

Priyo Anggoro, Adalah Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap.