Oleh : Priyo Anggoro

72 TAHUN sudah berlalu kemerdekaan bangsa ini dari tangan penjajah. Udara bebas yang bangsa ini hirup melalui perjuangan dan pergerakan para pahlawan bangsa yang tercatat dalam sejarah maupun yang tak pernah tercatat dalam sejarah.

Bangsa kita telah melalui pelbagai macam ujian dan tantangan hingga menjadi bangsa yang damai dan bersatu seperti saat ini. Perubahan pemerintahan secara demokratis dan tanpa gejolak berarti pasca Reformasi 98 menjadi salah satu barometer bahwa rakyat Indonesia telah mumpuni dalam mengisi kemerdekaan sesuai dengan ideologi Pancasila sebagai falsafah dasar kita berbangsa dan bernegara.

Ini menjadi pembeda dari seluruh ideologi yang ada di dunia. Dengan keragaman suku, ras, keyakinan dan golongan Indonesia mampu menunjukkan kesaktiannya pada dunia. Kedamaian yang satu dan utuh ini adalah implementasi dari sikap dan budaya saling menghargai dan menghormati antar suku bangsa.

Kompetisi kemajuan antar daerah di Indonesia tetaplah ada. Akan tetapi kesatuan visi dalam membangun Indonesia akan menggerakkan bangsa ini dalam semangat bela negara. Sikap rela berkorban dan nasionalisme selalu ada dalam jati diri bangsa Indonesia.

Bila saat ini ada paham-paham radikal, entah itu ekstrimis kanan maupun kiri mencoba ingin mengganti kesaktian Pancasila dan meruntuhkan NKRI maka mereka akan tergilas dengan sendirinya. Meskipun mereka adalah putra putri pertiwi.

Tak ada lagi toleransi bila sudah menyangkut kesatuan ideologi Pancasila. Kita boleh belajar berbagai ideologi di dunia sebagai dasar pengetahuan. Tapi haram hukumnya bila ingin mengganti ideologi yang sudah terbukti mampu menyatukan bangsa ini dengan ideologi yang di negara asalnya malah meruntuhkan bahkan menghancurkan bangsa itu.

Membela tanah air saat ini dalam refleksi kemerdekaan yang ke-72, bukan lagi perjuangan memanggul senjata atau menyiapkan amunisi. Tapi pada 72 tahun ini kita cukup membentengi anak bangsa dari serbuan ideologi yang bisa memecah belah kerukunan dan membawa Indonesia ke jurang kehancuran.

Tuhan masih melindungi Indonesia dengan satu ideologi yang keramat dan sakti. Ideologi Pancasila harus selalu terpatri dalam benak kader dan generasi penerus Indonesia. Melalui pendidikan yang mencerdaskan dan mendewasakan.

Setiap yang terlahir di bumi pertiwi ini punya tanggung jawab menjaga dan menyuarakan dengan lantang. Kita Indonesia, Kita Pancasila, Merdeka!!

Priyo Anggoro, Adalah Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap