Fokuscilacap.com, Cilacap – Jumlah toko modern di Kabupaten Cilacap dalam beberapa tahun terakhir makin banyak. Bahkan sejak 2015 hingga kini, tercatat setidaknya ada 184 toko modern yang dibangun tersebar di wilayah Kabupaten Cilacap.

cilacapkab.go.id mengingormasikan, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Cilacap, Dian Arinda Murni, melalui Kepala Bidang Sarana dan Legalitas Suparman, Selasa (29/8/2017) menjelaskan, perkembangan ekonomi yang signifikan menjadi salah satu penyebab menjamurnya pertumbuhan toko modern.

Selain itu, banyak pula toko-toko kecil yang kini menerapkan konsep swalayan, untuk meningkatkan kenyamanan pembeli. “Dengan kondisi yang ada setelah tahun 2015, rekomendasi dari Dinas sudah tidak muncul lagi karena terbentur regulasi tata ruang,” kata Suparman.

Sebelumnya wewenang pemerintah daerah untuk mengeluarkan rekomendasi, diatur dalam Undang Undang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan, dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70 tahun 2013, tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Namun pada perkembangannya, rekomendasi pendirian toko modern dari Dinas tidak lagi dikeluarkan karena terbentur regulasi tata ruang. Hal ini diperkuat dengan Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2012, Tentang Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern di Kabupaten Cilacap.

Dalam Perda ini ditegaskan bahwa lokasi pendirian pusat perbelanjaan dan toko modern wajib mengacu rencana tata ruang wilayah termasuk zonasinya, serta kebutuhan dan tingkat perkembangan sosial ekonomi masyarakat setempat. Namun faktanya ada pasar modern yang telah berdiri jauh sebelum Perda ini ditetapkan.

“Keberadaan pasar modern dan pasar rakyat sudah diatur dalam Perda kita, minimal berjarak 500 meter. Namun atas fakta yang ada, ada pengecualian yang mengizinkan pasar modern terintegrasi dengan pasar rakyat,” ujarnya. Suparman menambahkan, keberadaan toko modern di tengah pusat perekonomian wilayah, tentu memiliki konsekuensi tersendiri.

Namun hal ini harus disikapi dengan bijak, mengingat dua jenis pasar tersebut memiliki segmentasi berbeda, yang terkait satu sama lain. Upaya meningkatkan daya saing pasar rakyat juga terus dilakukan, salah satunya melalui revitalisasi.

Sehingga dengan konsep semi modern, pengunjung pasar rakyat akan tetap nyaman dalam berbelanja berbagai kebutuhan. Pasar modern juga wajib menampung dan memasarkan produk UKM. (gus/fkc)