h1

Cukup Sampai Disini

Mei 27, 2010

Wanita bertudung lebar itu masih menatap lekat kertas ditangannya. Air mata tak menghalanginya meneliti angka angka digenggamannya. Ribuan memori berjumpalitan ingin di mengerti. Sembilan puluh delapan bulan sudah ia bertahan. Mengubur dalam dalam perih yang sungguh nyata ia rasakan. Sakit jarum suntik penunda kehamilan yang tak pernah ia lewatkan. Setelah ini semua akan berakhir. Semua akan kembali seperti semula.

Dua ratus empat puluh juta rupiah, hasil tabungannya selama ini ditambah perhiasan pemberian suami yang ia jual, sudah cukup untuk menebus hutangnya pada orang tuanya. Menjadi janda bukanlah kemauan, tapi pilihan.

Tekatnya matang. Hatinya berteriak lantang; Telah kugadaikan diriku. Kubayar lunas biaya nikahku. Kini, biar aku menentukan mauku.

*dedicated to : Kriwul:  found your step there.

4 komentar - komentar

  1. sy krg berbakat di bidang sastra,
    tp yang ini mengena dan dapat bisa dimengerti
    nice post !

    wah, sy pertamax ya?


    • adduh,
      saya juga masih coba coba jeunk ^0^

      ciiee,
      pertamanya !!


  2. wahh..dalem banget deh isinya..


    • sedalem sumur kering. . .
      :p



Tinggalkan sebuah Komentar