Siapa Bilang Seorang Direktur Tidak Bisa Tampil Biasa-biasa Saja ???

( Selasa, 13 Juli 2010 )

Siapa bilang seorang direktur tidak bisa tampil biasa-biasa saja ???

Siapa bilang seorang direktur harus selalu tampil wah ??? dengan dompet penuh nominal 100rb-an, mengendarai Lexus keluaran terbaru, baju licin mengkilat sehingga semut juga bisa tergelincir ketika berusaha untuk nempel, makan di restoran super mahal, dan wah-wah yang lainnya.

Saya bilang ‘bisa’. Sangat bisa !!!

Sabtu kemarin saya bersama isteri keluar untuk malam mingguan. Siapa bilang malam mingguan itu cuma milik anak muda aja ??? yang tua juga boleh ( kayaknya saya udah tua banget ya ). Kami berdua dandan biasa-biasa saja. Saya dengan celana jeans kesayangan saya. Warna hitam agak lusuh. Kaos berkerah strip coklat dan putih. Sandal jepit warna hijau tua merk Bata. Isteri juga tidak kalah sederhananya. Memakai hem warna coklat dan jeans biru dongker. Sandalnya tidak kalah jelek dari punya saya, mungkin lebih jelek malah ( maaf ya non ), Merek New Era, dengan tali putih plastik transparan. Mungkin lebih cocok kalo sandal itu dipake’ ke kamar mandi saja hehehe…Tapi itu semua tidak mengurangi isteri saya untuk tampil cantik dan bersahaja ( ciieee…sekali-kali muji isteri, gak pa pa kan )

Read more…

3 Hati : Dua Dunia Satu Cinta

Saya selalu ingat kata-kata Delia dalam film ini :
‘Untuk apa kita berdua bahagia kalo di tengah kebahagiaan  itu banyak orang yang terluka ???’

Penghargaan Kostum Terbaik Buat Jerman

( Selasa, 6 Juli 2010, 03.55 )

miroslav-klose-celeb-v-england_2471120

Saya berikan penghargaan ini, bukan karena ikut-ikutan mendukung Jerman karena mereka lagi hebat-hebatnya lagi di Piala Dunia. Sekali lagi saya pendukung setia Argentina.

Saya pilih Jerman sebagai tim  dengan kostum terbaik pada Piala Dunia kali ini. Tentu ini adalah pilihan saya sendiri. Warna putih dengan tambahan3 garis hitam lambang Adidas di di bahu dan lengannya. Juga ada strip bendera Jerman di dada sebelah kiri. Simple, tapi sangat berkarakter, efektif, dan efisien. Cocok sekali dengan pola permainan Jerman. Tidak berlama-lama dengan bola, satu dua sentuhan, menciptakan peluang, dan gol…

Mungkin karena kaos yang efektif seperti itu, mereka jadi punya power yang luar biasa, berlari ke sana kemari mengejar bola, pressing ketat lawan, tanpa kelihatan lelah sama sekali. Sampai-sampai Messi pemain idola saya tak berkutik dibuatnya.

Pertanyaannya, kenapa saya pilih Jerman, tidak pilih Argentina yang adalah tim idola saya ??? ya karena saya suka yang simple-simple. Kostumnya Argentina, kalo yang away ( warna biru ) sebenarnya saya suka juga, tapi itu jarang mereka gunakan. Kalo yang home ( strip putih dan biru langit ), saya gak suka. Kenapa ??? menurut saya agak norak, lagipula kalo saya pake’ saya tambah kelihatan kurus heheheh…

Itu aja…gak usah dianggap serius, gak usah pake’ alasan yang macam-macam. Ini kan cuma kostum bal-balan.

Maluuu, Tapi….

( Minggu, 4 Juli 2010, 13.20 )

Saya menulis ini dalam keadaan sedih. Sedih banget. Juga malu. Malu bangeetttt….

Ada dua peristiwa yang membuat saya seperti ini.

Pertama, saya sedih karena Argentina kalah semalam.

Dan kalahnya gak nanggung-nanggung. Kalah 4 – 0 tanpa balas dari negerinya Hitler, Jerman. Dari dulu saya selalu menjagokan Argentina. Siapapun pemainnya, siapapun pelatihnya, saya selalu setia mendukung Argentina. Apalagi kali ini Argentina diperkuat pemain terbaik dunia Messi. Tapi apa mau dikata, Messi dan kawan-kawan tak kuasa menahan kekuatan dan kecerdikan strategi mesin Panser Jerman. Salut buat Joachim Loew pelatih Jerman. Strategi permainan anda begitu hebat dan dieksekusi dengan hebat pula oleh pemain-pemain muda yang anda miliki.

Tapi maaf, saya tetap tidak akan pernah mendukung Jerman. Saya setia mendukung Argentina.

Read more…

Pendukung Inggris jangan protes… bola emang belum gol di TV ku…hehehe

Perhatikan 2 gambar berikut :

neurer

Gooooooooooolllll…Fabio Capello yang ada di bench pun bisa melihat bahwa bola sudah melewati garis gawang. Tapi wasit dan asistennya tidak mengesahkan gol tersebut. Inggris pun harus pulang….

teves

Lain lagi dengan gol ini. Wasit mengesahkan gol yang diciptakan Tevez. Padahal jelas-jelas Tevez udah dalam posisi offside waktu menerima bola dari Messi yang kemudian disundul ke dalam gawang.

Berdasarkan gambar di atas, dapat dipastikan bahwa 2 keputusan yang diambil wasit pada pertandingan itu jelas-jelas salah. Bahkan pemain yang terlibat dan paling dekat dengan kejadian pun mengakuinya. Kiper Jerman Manuel Neuer mengakui bahwa bola telah 2 meter melewati garis gawang. Striker Argentina Carlos Tevez mengakui bahwa dia sudah dalam posisi offside waktu menerima bola dari Messi. Tapi keputusan sudah diambil dan itu sudah tidak bisa mengubah keadaan.

Read more…