Penelitian
Ini Dia Kendaraan Green Technology Karya Lilis Setiyono

04 October 2013
Ini Dia Kendaraan Green Technology  Karya Lilis Setiyono

BANDUNG TES TEL-U - Masalah lingkungan yang disebabkan teknologi sudah menjadi wancana dunia. Penduduk dunia sudah mulai merasakan beragam permasalahan lingkungan. Semakin lama kondisinya malah semakin memburuk. Sehingga butuh solusi alternatif untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan teknologi terhadap lingkungan.

Adalah kendaraan Green Technology berbasis   Wireless dan Microcontroler.  Kendaraan yang dibuat oleh mahasiswa D3 Teknik Telekomunikasi Telkom University Lilis Setiono ini merupakan kendaraan ramah lingkungan berbasis nirkabel.

“Saya membuat mobil ini sebagai tugas akhir. Proses pembuatannya memakan waktu selama 5 bulan, sejak bulan Januari hingga Mei,” kata Tio, sapaan akrab Lilis Setiyono.

Mobil ini menggunakan tenaga battery yang dikendalikan oleh remote control. Kendaraan menggunakan tenaga battery sehingga dapat dengan mudah dikendalikan menggunakan remote control. Sistem ini memanfaatkan motor sebagai alat bantu geraknya. Sedangkan untuk sistem transmisinya menggunakan remote control dengan jarak pengontrolan mencapai 1 kilometer wireless. Kendaraan dilengkapi beberapa komponen pendukung seperti sollar cell, car rearview camera infra red dan TV.

Kendaraan ramah lingkungan buatan Tio memiliki spesifikasi kecepatan maksimum 20 kilometer per jam. Dengan catu daya receiver 4,5-6V (LM 7805),  catu daya relay 7V-9V (LM 7808),  dan catu daya motor DC 20V-22V (Accumulator). Kendaraan yang memiliki berat 100 kilogram ini juga memiliki frekuensi 2,4 GHz (Turnigy 9x). Mobil dilengkapi dengan tenaga surya sebagai cadangan energi. Mobil mini ini terbilang unik. Dengan ukuran lebar 120 cm, panjang 170 cm,  dan tinggi 140 cm.

“Bentuk cassing dan interior mobil saya desain dan membuatnya sendiri. Untuk membuat cassing mobil saya buat dari bahan fiber,” kata Tio.
Selama proses pembuatan mobil mini memang tidak selalu lancar. Tio harus mengalami kegagalan dan pantang menyerah untuk memperbaikinya berulang kali.  Ia pun rela menguras kocek hingga 15 juta rupiah untuk membuat mobil ini.

“Jumlah itu termasuk biaya untuk uji coba yang gagal. Sedangkan untuk biaya produksi mobil mininya sendiri mungkin dibawah 15 juta,” kata Tio. Namun,  Tio bercita-cita agar mobil buatannya bisa diproduksi secara masal sebagai solusi kendaraan yang ramah lingkungan.- RISCA

 



Next Post: Technical Meeting Jelang Sisfotime 2013
Previous Post: Bonjour, Saung Prancis Telkom University Open House!
Copyright © 2013 Institut Teknologi Telkom