Home / UTAMA / Wawali, Pertahankan Julukan Kota Santri

Wawali, Pertahankan Julukan Kota Santri

*Budayakan Menghafal Al-Quran

Foto: fajarsidik/radarsukabumi HAFALAN ALQURAN : Wakil Walikota Sukabumi, Ahmad Fahmi saat memberikan sambutan terhadap ratusan peserta Hafalan Alquran di Masjid Agung Kota Sukabumi,kemarin.

Foto: fajarsidik/radarsukabumi
HAFALAN ALQURAN : Wakil Walikota Sukabumi, Ahmad Fahmi saat memberikan sambutan terhadap ratusan peserta Hafalan Alquran di Masjid Agung Kota Sukabumi,kemarin.

SUKABUMI – Wakil Walikota Sukabumi Akmad Fahmi menyebutkan bahwa julukan Kota santri untuk Kota Sukabumi harus dipertahankan, pasalnya dengan banyaknya kebudayaan yang masuk tampa terkontrol membuat makna dari kota Sukabumi yang pernah mendapatkan julukan Kota santri hilang.

  Dengan alasan seperti itu Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Sukabumi mengadakan acara lomba menghafal alquran yang bekerjasama dengan  Lembaga pengembang Tilawatil Quran (LPTQ) tingkat Kota Sukabumi pada senin (15/09). Acara yang dibuka oleh Wawali ini mendapatkan sambutan yang sangat signifikan dari perserta, itu terlihat dengan banyaknya peserta yang mengikuti perlombaan ini. Dari target yang hanya 300 peserta saja, namun yang mendaptar melebihi atau tepatnya 670 peserta, dan ini membuktikan bahwa Kota Sukabumi masih bisa dikatakan sebagai Kota Santri.” Targetnya hanya 300 an peserta, tapi nyatanya sekarang sudah mencapai 600 lebih,”ujar Fahmi kepada Radar Sukabumi.

  Gerakan menghafal alquran menjadi budaya baik bagi siswa di Kota Sukabumi. Apalagi mayoritas orang Sukabumi beragama Islam. Melalui kegiatan ini, bisa jadi kenakalan pelajar bisa ditekan atau hilang dari dunia pendidikan kita, karena kosentrasi siswa terfokus untuk menghafal Alquran.

   “Kegiatan menghafal Alquran seharusnya jangan berhenti selama 2 hari ini, tapi bisa berlanjut untuk ke depannya juga,”harapnya.
Sementara itu, Anggota LPTQ Kota Sukabumi Ahmad Zaki mengatakan, kegiatan Ini dilaksanakan untuk memotivasi siswa dalam  menghafal alquran sejak dini. Sebab menurutnya, tidak semua sekolah melaksanakan penghafalan Alquran. Padahal Ayat suci umat Islam itu merupakan pondasi bagi penganutnya.

   “Kegiatan membaca itu harus tertanam sejak dini dalam diri siswa,” tuturnya.
Melalu kegiatan tersebut, masih kata Zaki, diharapkan di Sukabumi banyak generasi muda penghafal alquran. Sebab saat ini kegiatan mengaji sedikit  tergusur oleh tayangan televisi membuat anak lebih betah di depan TV dari pada untuk mengaji. Padahal Kalau tidak ada penggerak untuk membaca Alquran maka akan rusak generasi muda.
“Alquran itu Pedoman hidup bagi umat Islam,”terangnya.

   Hal senada diungkapkan salah satu peserta penghafal Alquran dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Sukabumi, Siti Nurfatimah, dirinya mengikuti lomba itu ingin mengetahui sejauh mana kecakapan dirinya dalam hafalan Alquran. Sampai saat ini, menurut Siti, dirinya sudah hafal 1 juzz.
“Ini merupakan tempat untuk memotivasi dan belajar tentang hafalan Alquran dari semua sekolah di Kota Sukabumi,”
pungkasnya. (jay/t)

About admin

x

Check Also

gema-tani

Gema Tani Desak Reformasi Agraria

SUKABUMI – Dalam sehari, ratusan massa dari kalangan aktivis mahasiswa hingga masyarakat ...