Kamis, 2 Februari 2017Masuk
Jumat, 27/01/2017 06:58 WIB

Memahami Anak yang 'Terpeleset Omong' Saat Bicara di Depan Umum

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Memahami Anak yang Terpeleset Omong Saat Bicara di Depan Umum Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) baru-baru ini 'terpeleset omong' saat menjawab pertanyaan Presiden Jokowi di sebuah acara. Si anak menyebut ikan tongkol dengan kata yang merujuk pada alat kelamin pria. Ia pun ditertawakan.

Bahkan, video 'insiden' ini menyebar di dunia maya. Berbicara soal anak yang 'terpeleset omong', ada kemungkinan berbagai penyebabnya, demikian disampaikan psikolog anak dari Tiga Generasi, Annelia Sari Sani MPsi, Psikolog.

Menurut Anne, jika bicara kemungkinan disleksia, untuk memastikannya perlu evaluasi lebih lanjut. Tapi, prinsipnya pada anak dengan problem bicara atau berbahasa, bisa jadi yang ada di otaknya adalah menyebut kata tongkol tapi saat dikeluarkan dalam bentuk ucapan, jadi kata yang berbeda.

"Kita dengarnya bukan tongkol tapi dia menganggapnya itu tongkol karena di kepalanya dia, yang ada ya kata tongkol itu dan dia percaya yang dia omong itu tongkol. Atau, bisa juga si anak nggak ngerti kalau kata tersebut berkonotasi negatif. Karena ekspresi dia setelah itu datar-datar aja kan, lempeng," kata Anne kepada detikHealth.

"Saya separuh yakin yang dia sadari, dia percaya, yang dia omongkan itu tongkol. Kalau diisengin sama kakak kelas di sampingnya kayaknya nggak ya. Apalagi ini kan ketemu presiden, pasti anaknya terpilihlah ya," tambah Anne.

Secara garis besar, Anne mengungkapkan bisa pula ada kesalahan dalam proses koding. Saat di otak, kata tersebut dikoding menjadi tongkol tapi saat diungkapkan, tidak menjadi tongkol.

Lebih lanjut, Anne menjelaskan pada anak yang mengalami gangguan bicara ada beberapa 'perubahan' pada kata yang diucapkan. Substitusi yakni penggantian beberapa suku kata misalnya sepatu menjadi setapu. Lalu, ada pula omisi (menghilangkan) seperti sepatu menjadi patu. Terakhir, adisi (tambahan) contohnya sepatu menjadi srepatu.

Nah, ketika seorang anak 'terpeleset omong' seperti ini, memang jadi respons alami jika orang lain menertawakannya. Tapi setelah itu, baiknya tak perlu terus-terusan menertawakan kejadian tersebut.

Baca juga: Hati-hati, Bullying pun Bisa Dialami Anak-anak di Lingkungan TK

Anne mengatakan pada dasarnya dalam sebuah relasi, ada posisi yang setara tapi ada pula satu pihak dominan dan satu pihak submisif. Nah, relasi yang tidak setara termasuk kategori bullying. Dalam kasus ini, saat anak ditertawakan, dia bisa merasa di posisi submisif.

"Jadinya secara nggak disadari (menertawakan si anak) masuk bullying. Apalagi dia kan masih SD ya. Dan ketika videonya beredar di dunia maya, itu bisa bertahan sampai lama kan. Kalau nanti beberapa puluh tahun lagi anak itu melihat video tersebut, dia bisa merasa dipermalukan. Dan merasa dipermalukan adalah perasaan yang tidak mengenakkan," tutur Anne.

Untuk itu, Anne menyarankan alangkah bijaknya untuk stop menyebarkan video si anak. Misalkan mendapat video itu dari pesan whatsapp, sebaiknya tak perlu menyimpan video itu. Terlebih jika ada anak-anak, ketika melihat video itu ia bisa berpikir pengucapan kata konotasi tersebut sah-sah saja dan dianggap lucu.

Saat anak 'terpeleset omong', orang tua bisa bertanya pada anak kata apa yang sebenarnya dimaksud oleh anak. Jika memang tongkol yang ia maksud, minta dia mengulang menyebutkan kata tersebut sampai benar. Selain itu, orang tua juga bisa menyampaikan jika kata yang 'keliru terucap' itu tak seyogianya disebutkan karena berkonotasi negatif.

Baca juga: Hai Para Orang Tua, Yuk Kenali Tahapan-tahapan Bicara Anak!
(rdn/vit)
 

Share:
0 Komentar
Berita Terkait: Studi: Waktu Libur, Anak-anak Tumbuh Lebih Cepat Ini yang Perlu Dipahami Soal Gizi Buruk Pada Anak Banyak Main Gadget Bikin Anak Telat Bicara? Ini Kata Pakar Jelang Remaja, Kebutuhan Gizi Anak Laki-laki dan Perempuan Berbeda 'Diet Gadget' untuk Atasi Kecanduan Smartphone pada Anak 4 Hal yang Bisa Terjadi Ketika Kebutuhan Gizi Anak Tak Terpenuhi Ini 'Kunci' Agar Anak Punya Pola Makan Sehat Sampai Dewasa Ini Alasannya Anak Usia di Bawah 2 Tahun Tak Boleh Kenal Gadget
Baca Juga:

Berita TerpopulerPola Tidur Kadang Tak Teratur, Begini Trik Zumi Zola Atasi Kantuk Bercak Mirip Panu di Kulit Bayi, Bolehkah Diolesi Bawang Putih? Hal-hal Seputar Lotus Birth yang Perlu Diketahui Saat Harus Memilih Antara Ibu atau Istri

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Untuk akses lebih cepat install detikcom untuk Android Ads by Iklanbaris « Back
· News · Sport · Sepakbola · Finance · Hot · Inet · Oto · Food · Health · Foto · TV · Iklan Baris · Travel · Wolipop · PasangMata · Seleksi Menteri · myTrans · Trafik