Breaking News

2018, Seluruh Terminal Tipe A Optimal Dibenahi

terminal-tipe-a-berbenah.jpg

(SOLO,terminaltirtonadi.com)- Sejak Januari 2017, wewenang pengoperasian terminal penumpang tipe A dilakukan pemerintah pusat. Kendali pengelolaan ada di Direktorat Jenderal Hubungan Darat Kementerian Perhubungan RI. Hal ini mendasari amanat UU No. 23/2014 tentang Pemerintah Daerah.
Sayang di Indonesia dari 143 terminal tersebut, baru 97 terminal yang diserahkan pengelolaannya dari pemerintah daerah ke Ditjenhubdat. 
Sejumlah pemerintah daerah belum menyerahkan terminalnya, seperti Medan, Bandung, Tegal, Surabaya, Makassar. Bisa jadi bagi daerah, terminal masih dianggap sumber pendapatan asil daerah (PAD) bagi daerah, sehingga belum ikhlas menyerahkan ke pemerintah pusat.
Nah, dari 97 terminal tersebut, terdapat 9 terminal yang dikoordinir oleh perempuan, yakni Terminal Meulaboh, Terminal Lhoksemauwe, Terminal Rajabasa (Bandar Lampung), Terminal Lebak, Cikampek, Terminal Indihiang (Tasikmalaya), Terminal Mengwi (Badung, Bali), Terminal Watampone (Bone) dan Terminal Entrop (Jayapura).
Besar harapan mulai 2018 mendatang, ke-97 terminal itu mau diserahkan ke pemerintah pusat. Dengan demikian seluruh pengelolaannya ditanggung APBN. Bila ini bisa dilakukan maka pelayanan terminal di tipe A akan lebih baik lagi. 


Berkaca dari keberadaan Terminal Tirtonadi Solo sebagai terminal percontohan. Sedari awal pemerintah daerah benar-benar mendukung penyerahan terminal ke pusat. Seluruh aset terminal yang sebelumnya dianggarkan oleh APBD Pemkot Surakarta tidak diambil. Hal kecil pantas ditiru karena pelayanan di terminal harus lah lebih bagus sehingga masyarakat akan betah berada di terminal dan tentu saja kemudian memanfaatkan transportasi massal untuk pergi kemana-mana.

Kegiatan lebaran 

Pada saat musim mudik Lebaran 2017 lalu, sejumlah aktivitas dilakukan oleh pengelola terminal tersebut, seperti kegiatan kebersihan lingkungan terminal (halaman, rusng tunggu, toilet), ramp check bus, cek kesehatan pengemudi, pemasangan CCTV, penguatan SDM. 
Segala bentuk retribusi di terminal ditiadakan. Penumpang gratis masuk kawasan terminal, toilet gratis, kios tidak ditarik retribusi.
Geliat dan semangat menata dan menyiapkan terminal penumpang tipe A tidak hanya di Jakarta, tetapi sekarang sudah menjangkit hingga daerah. Harapannya, mewujudkan pelayanan terminal penumpang yang setara stasiun dan bandara. 


Kembali ke Kota Solo, pada 2017 lalu Terminal Tirtonadi sudah memasuk tahun kedua dalam penyambut arus mudik balik dengan memanfaatkan terminal yang dipoles layaknya bandara. Respons penumpang dan calon penumpang sangat pusat dengan pelayanan di terminal. Keamanana terjaga, fasilitas memadai dan informasi yang diberikan jitu. Begitu pula pada arus balinya, penumpang diberikan fasilitas bus yang nyaman. Pemeriksaan bus dan awak bus selalu dilakukan pengelola terminal menjamin bus selamat sampai tujuan. (redaksi TT)

Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu...
Klik juga 
Like fanpage (https://www.facebook.com/Terminal-Tirtonadi-Solo-136966650170977/)
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/tirtonadisolo)

No comments